oleh

Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Terima Kasih Guru

TribunAsia.com

Oleh : Yandrico Putra (Kadiv Penelitian dan Advokasi Kebijakan LBH Pendidikan)

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Berbicara mengenai dunia pendidikan memang tidak ada habisnya karena belajar tak pernah mengenal umur. Pendidikan sebagai salah satu pondasi dalam membangun peradaban bangsa. Oleh karena itu, pendidikan semakin mendapat tempat yang penting dalam proses pembangunan generasi bangsa. Pesatnya IPTEK mendorong kehadiran era baru yaitu Revolusi Industri 4.0 atau era milenial dengan maraknya fasilitas gadget yang menyebabkan generasi anak muda menjadi lebih egois dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Hal ini menimbulkan kecemasan mengenai pembinaan karakter. Ini merupakan salah satu tanggung jawab besar pemerintah di sektor pendidikan pada saat ini. Karena pendidikan merupakaan cerminan etika suatu bangsa.

Dalam UU NO. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen dan PP no. 74 tahun 2008, guru tidak hanya mengajar, tapi guru adalah pendidik yang profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan formal baik di tingkat dasar maupun tingkat menengah.  Oleh karena itu sangat dibutuhkan peran guru dalam kehidupan sehari-hari.

Guru berperan penting dalam peningkatan mutu pendidikan nasional dalam hal berbangsa dan bernegara. Karena berprofesi sebagai pengajar tidak hanya melakukan transfer ilmu kepada anak didik, tapi juga kepada pembentukan karakter untuk generasi yang akan datang. Apalagi pada era teknologi ini banyak pengaruh globalisasi yang tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh para generasi milineal ini sehingga berdampak negatif dan mempengaruhi sikap masyarakat. Menurut Prof. Darji Darmodihar, mantan Rektor Universitas Brawijaya “mendidk adalah menunjukan usaha yang lebih ditujukan kepada pengembangan budi pekerti, semangat, kecintaan, rasa kesusilaan, ketakwaan dll.”

Guru pahlawan tanpa tanda jasa, ungkapan tersebut memang benar adanya di Negara kita, bukan perihal tentang tanda jasa seperti pangkat bintang 1 bintang 2 atau sampai bintang 5. Tapi begitu mudahnya bagi lingkungan melupakan peran guru yang telah membentuk karakter kepada sebuah generasi. Akhir-akhir ini banyak berita kita dengar tentang pelaporan guru kepada polisi karena memberi punishment kepada anak didiknya dalam dunia pendidkan.

Oleh karena itu dalam moment memperingati Hari Guru  Nasional ke 73 tahun yang jatuh pada  tanggal 25 November 2018, maka LBH Pendidikan telah menyelenggarakan seminar publik pada tanggal 23 november 2018 untuk mengetahui komitmen para pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019  dalam melindungi dan mengangkat harkat dan martabat profesi guru di tanah air, agar bisa menciptakan generasi yang berkarakter dan mampu menjawab tantangan di era digital ini.

Dalam momen refleksi Hari Guru ini mari kita ucapkan terima kasih kepada guru-guru di seluruh tanah air yang telah mendidik dan membentuk karakter atau etika kita layaknya manusia seutuhnya. Dan harus selalu kita kawal dan koreksi program-program para stake holder nantinya dalam dunia pendidikan untuk menuju Indonesia emas tahun 2045.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *