oleh

KPK dan Kemenag Galang Perempuan Antikorupsi

Jakarta, TribunAsia.com – Efektifkan program pencegahan korupsi yang digalangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Agama (Kemenag) mengadopsinya dengan membentuk organisasi Saya Perempuan Anti-Korupsi (SPAK) di lingkungan Kemenag mulai dari kantor daerah hingga ke pusat.

Disebutkan Menag Lukman Hakim Saifuddin mengatakan berjalannya gerakan SPAK menjadi evaluasi yang positif bagi lembaganya untuk terus meningkatkan kesadaran agar keluarga aparatur sipil negara (ASN) kementerian tidak muncul tindakan koruptif dan manipulatif.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Apa pun perbuatan dan sikap kita betul-betul tidak muncul hal-hal yang dinilai koruptif dan manipulatif. Caranya adalah dengan menanamkan nilai-nilai religius keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Saya mengucapkan terimakasih kepada KPK yang telah mengawal berjalannya program yang bekerjasama dengan Australia Indonesia Partnership for Justice ini,” ujar Lukman Hakim kepada pers di Evaluasi pelaksanaan program pencegahan korupsi melalui gerakan ‘Saya Perempuan Anti Korupsi di Kota Depok, Jumat, 23 November 2018.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengaku berterimakasih kepada Kemenag yang telah jadi inisiator yang pertama sekali mengadopsi program pencegahan antikorupsi di pemerintahan.

“Adalah Kemenag yang pertama sekali mengadopsi program pencegahan korupsi melalui SPAK. Harapan kami semua kementerian dan lembaga bisa menerapkan program SPAK bahkan hingga ke tingkat kepala desa,” ujar Basaria yang mantan penyidik Polri ini.

Sebut Basaria, Kemenag menjadi andalan KPK dalam melakukan diseminasi pencegahan korupsi melalui program SPAK ini.

“Program yang membentuk agen antikorupsi mulai dari keluarga yang berasal dari istri dan pegawai kementerian tingkat daerah ini sudah tersebar di seluruh Indonesia,” sebutnya.

Basaria berkisah, setiap dia ke daerah selalu bertemu dengan agen SPAK. Ini bukti keseriusan kementerian agama dalam memberantas korupsi yang dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sendiri.  (Hendrik I Raseukiy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *