oleh

Cerita Prabowo yang Dikira Pelayan Restoran

Jakarta, TribunAsia.com – Calon Presiden Prabowo Subianto membeberkan alasan mengapa mengenakan pakaian adat beskap Betawi, saat diundang sebagai pembicara di Indonesia Economic Forum 2018, di Jakarta.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini mengatakan, ingin mengangkat jati diri bangsa pada forum-forum resmi di kancah internasional.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Biasanya dalam acara seperti ini semua orang menggunakan jas, tapi kalau saya melihat negara India, Thailand dan lainnya, mereka selalu memakai pakaian nasional. Jadi saya mencoba memakai pakaian nasional saya dan ingin memberi contoh harus bangga dengan budaya yang ada,” ujar Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus ini kemudian mengisahkan cerita lucu ketika berusaha mengangkat jati diri bangsa dengan mengenakan pakaian beskap Betawi pada sebuah acara.

Dia pernah dianggap sebagai pemilik restoran oleh sejumlah orang asing lantaran pakaian yang dikenakan mirip para pelayan restoran.

“Ada hal-hal lucu yang terjadi waktu saya menghadiri penerimaan diplomatik dan saya memakai pakaian nasional. Setelah dari acara itu saya pergi ke sebuah restoran, di sana saya menyadari kebanyakan pelayan yang ada berpakaian seperti saya,” ucapnya.

Prabowo mengaku, ketika itu tiba-tiba saja dirinya didatangi sekumpulan orang asing dan memuji pelayanan di restoran tersebut.

“Mereka bilang ‘Anda punya restoran yang sangat bagus’. Mereka juga mengatakan, ‘tim Anda memiliki layanan yang sangat baik’ Setelah itu rekan Indonesia-nya berbisik, ‘dia adalah kandidat calon presiden Indonesia’,” kata Prabowo yang langsung disambut gelak tawa para peserta forum.

Dalam kesempatan kali ini Prabowo lebih lanjut mengibaratkan sistem ekonomi dalam sebuah negara mirip seperti anatomi tubuh manusia. Jika seorang manusia memiliki gaya hidup yang sehat, maka organ tubuh juga akan bekerja dengan baik.

Demikian juga dengan sistem sebuah negara, jika sumber daya alam dikelola dengan baik untuk sirkulasi kehidupan dan kemakmuran rakyat Indonesia, maka otomatis pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan juga bisa tercipta.

“Kesehatan sistem ekonomi, atau kesehatan sebuah negara, kalau mempunyai gangguan pada sistemnya, maka badannya perlu ditangani dengan baik,” pungkas Prabowo. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *