oleh

Viral Perda Syariah, Ini Opini Ahmad Yani

Jakarta, TribunAsia.com – Telah sepekan jagat online viral dengan Perda syariah. Ini berawal dari pidato Ketua Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie Minggu (11/11)

Dalam pidatonya yang menjadi perhatian publik saat Grace menyebut PSI akan menolak Perda berbasis agama : Injili atau syariah.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Pandangan yang berbeda dikemukakan oleh DR. Ahmad Yani yang menuliskan cita-citanya dalam mengintegrasikan syariat Islam dan hukum nasional.

Menurut Caleg DPR PBB Dapil Jakarta Timur menjelaskan, syariat Islam maupun hukum agama bukanlah pedoman yang asing bagi pembentukan hukum dan perundangan di Indonesia.

“Ia berintegrasi dengan UUD 45. Dalam Pancasila diletakkan Ketuhanan yang Maha Esa. Sebagai fundamen utama negara jadi ga sebagai sumber segala sumber hukum,” kata Ahmad Yani, Rabu (21/11).

Ahmad Yani menguraikan, negara mengakui agama sebagai filosofiche groundslaag. Sekaligus kaidah dan norma dasar.

Untuk menegaskan agama filosofiche groundslaag, Ahmad Yani mengutip pidato Bung Karno, dalam dekrit kembali UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

Diakui dan diyakini pengaruh syariat Islam bagi pembentukan kontitusi sangat dominan.

“Karena itu kita tidak boleh alergi terhadap hukum agama dan syariat Islam. Semua merupakan living law dalam masyarakat Indonesia,” tandas mantan anggota DPR RI dari fraksi PPP.

Ahmad Yani menutup tulisannya dengan mengatakan, “Kalau kita anti pada hukum agama berarti kita anti Pancasila dan UUD 45,” pungkas Ahmad Yani. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *