oleh

Kabar Gembira, RUU Pesantren Gencar Disosialisasikan Agar Jadi UU

Makassar, TribunAsia.com – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren mengalami kemajuan, RUU yang sebelumnya dibahas di Komisi II DPR RI ini semakin gencar disosialisasikan oleh anggota Komisi II, seperti yang dilakukan oleh Andi Mariattang, salah satu anggota Komisi II, Mary yang merupakan legislator dari Dapil Sulsel II, turun langsung ke Dapilnya dalam rangka meminta masukan terkait pembahasan RUU Tentang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan, yang ditemui adalah para pimpinan pondok pesantren, pimpinan lembaga, serta para pakar untuk bahan pembahasan.

“Saya terus mensosialisasikan RUU ini di Dapil, salah satunya dengan meminta masukan dari para pimpinan pondok pesantren, pimpinan lembaga, serta para pakar untuk bahan pembahasan. Hal ini sesuai intruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP dan Fraksi,” jelasnya, Rabu (21/11).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Lanjut Andi Mariattang, RUU Tentang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan diusulkan sejak tahun 2013. Ketika nanti RUU ini menjadi UU maka pendidikan pesantren dan keagamaan memiliki dasar hukum yang kuat dalam pelaksanaannya.

“RUU  Pesantren dan Pendidikan Keagamaan diusulkan sejak tahun 2013. RUU ini perlu diperjuangkan ekstra maksimal agar pendidikan pesantren dan keagamaan memiliki dasar hukum yang kuat dalam pelaksanaannya,” sambungnya.

Ia mengungkapkan kehadiran Pesantren dan Pendidikan Keagamaan merupakan kontribusi luar biasa dan berharga bagi pemberdayaan masyarakat.

“Kehadiran lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya di Indonesia menjadi bukti nyata akan peran pentingnya bagi eksistensi bangsa Indonesia dalam mengisi kemerdekaan, tentu pemerintah dalam hal ini perlu ada perhatian serius,” pungkas Mary yang maju kembali sebagai Caleg dari PPP Dapil Sulsel II (Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Maros, Pangkep, Barru Parepare, dan Wajo).

Urgent-si institusi pendidikan keagamaan sangat kuat, artinya, pesantren dan pendidikan keagamaan lain perlu diramu, dirawat dan diayomi agar kualitasnya bertambah baik.

“Tidak bisa dipungkiri perkembangan peradaban manusia dalam gempuran globalisasi tidak menutup kemungkinan perlu prevensi tertentu agar tidak tergilas arus, tetapi dengan tetap berada pada koridor dan tuntunan agama, disini salah satu peran penting institusi pesantren,” ucapnya.

RUU ini juga akan mengatur pemerintah untuk ikut andil dalam melakukan pembenahan kualitas pesantren dan pendidikan keagamaan, bentuknya berupa pengalokasian dana baik dari APBN maupun APBD secara pasti dan berkelanjutan.

Semangat masyarakat dalam memberikan dan mengelola lembaga pendidikan keagamaan sangat tinggi. Ini terbukti dari pertumbuhan lembaga pendidikan keagamaan yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

“semangat dari masyarakat perlu diapresiasi oleh pemerintah dan DPR agar semangat tersebut terus berkembang,” imbuhnya.

Andi Mariattang berharap RUU ini segera dibahas dan disahkan.

“Sudah sepatutnya negara memberi perhatian lebih kepada pesantren, mengingat lembaga pendidikan ini sudah berdiri sebelum kemerdekaan dan dari beberapa pesantren lahir spirit perjuangan melawan penjajah, oleh sebab itu RUU Pesantren perlu segera disahkan,” tutup Mary. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *