oleh

Tim Kuasa Hukum Pelajar SMKN 7 Grafika Putar Video Aksi Tawuran di Meja Hakim

Jakarta, TribunAsia.com – Tim Kuasa Hukum pelajar tawuran putar video aksi tawuran saat penangkapan terdakwa Muhammad Rais di meja Hakim PN Jaktim. Melalui sebuah unit notebook, video yang diperoleh dari media sosial menggambarkan ketika suasana aksi tawuran yang dilakukan sekelompok pelajar SMKN 7 Grafika Jakarta.

Menurut keterangan, Bahder Johan, SH dengan didampingi Valdo, SH menjelaskan penangkapan kliennya terkait tas yang berisi senjata tajam berupa sebilah celurit bukan milik terdakwa Muhammad Rais melainkan milik alumni atau senior disebuah sebuah sekolah yang terletak di Rawamangun Jakarta Timur.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Saya pertegas itu didalam video polisi ngambil (tas) dimotori dan diletakan di kepala Rais coba dibuka (video). Tas itu milik alumni,” tandas Johan Bahder kepada TribunAsia.com, Senin (19/11/2018).

Dia pun turut mengatakan, kedua rekan terdakwa saat ini bebas dan tidak ditahan akan tetapi, justru Muhammad Rais dijadikan terdakwa meski tidak menguasai senjata tajam tersebut.

“Hadid, Akbar bebas intinya tas tersebut bukan milik terdakwa melainkan milik alumni. Jadi, meletakkan tas dimotori unsur membawa tidak terpenuhi unsur menguasai tidak ada. Kalo benar tiga-tiganya harus jadi terdakwa,” papar penasehat hukum.

Baca Juga : Persidangan Pelajar SMK 7 Grafika, Pertanyakan Isi BAP Terkait Kepemilikan Celurit

Saat persidangan digelar, Majelis Hakim meminta keterangan kepada terdakwa Rais atas kepemilikan senjata tajam tersebut dan bila mengetahui di tas berisi celurit tidak perlu merasa bersalah seperti yang utarakan di dalam BAP.

“Kalau benar kamu tau isi celurit kamu nggak perlu merasa salah menduakan. Tas kamu ada celuritnya nggak,” kata Titolan.

Namun, Muhammad Rais duduk selaku terdakwa menepis barang bukti sebilah celurit yang terdapat didalam ditas ransel itu adalah milik alumni yang dipergunakan saat aksi tawuran dipersidangan. Ia pun menyatakan, senjata tajam tersebut bukan miliknya.

“Nggak yang mulia,” jawab terdakwa Rais.

Kemudian, dalam kesempatan yang sama diruang persidangan itu dipertanyakan kembali oleh penutut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari Jaktim), perihal barang bukti sebilah celurit yang diperlihatkan dalam persidangan.

Baca Juga : Akibat Tawuran, Orang Tua Siswa SMK 7 Grafika Dipaksa Mengundurkan Diri dari Sekolah

Kata JPU, pada saat tawuran menyampaikan terdakwa mempersiapkan celurit untuk menjaga diri ketika hendak tawuran dan meminta kepada terdakwa Muhammad Rais untuk merinci.

“Saudara terdakwa kan bilang ini untuk jaga-jaga pada saat tawuran bagaimana. Jaga dirinya dengan menggunakan celurit ini,” tanya Prayudi, SH.

Ditambahkan kembali sebelum sidang ditutup, Pimpinan Majelis Hakim menyarankan kepada terdakwa Rais untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam menghadapi proses hukum hingga putusan diterimanya.

“Kamu banyak-banyak sembahyang ya biar tuntutan penutup umum dan hakim nggak tinggi-tinggi,” tandas Tarigan Muda Limbong, SH. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *