oleh

Akses Jalan Radjiman Ditutup Petugas, Warga Mengadu ke Kantor Lurah Jatinegara

Jakarta, TribunAsia.com – Akses Jalan Radjiman ditutup warga mengadu ke Kantor Lurah Jatinegara minta dibuka kembali akses jalan. Akses jalan utama ditutup pihak Suku Dinas Perhubungan dan Polisi lalu lintas yang menuju pemukiman warga setempat dengan pembatas jalan berwarna oranye terbuat dari plastik.

Diketahui, akses jalan utama tersebut penghubung Jalan Raya Raden Intan Duren Sawit, Pulo Gadung dan Cakung Jakarta Timur. Terlebih, akses jalan Radjiman sangat vital dikarenakan lokasi itu akses karyawan kawasan industri Pulo Gadung dan menambah kemacetan bila simpang jalan ditutup.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Menurut Lurah Jatinegara, kemacetan kerap terjadi saat jam kerja terutama ketika jam sepulang kantor arus lalulintas terlihat mengular sepanjang Buaran Plaza. Terkait penutupan jalan, dia akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait yang berdampak terhadap warga sekitar.

“Itulah dasarnya sampai di kantornya Kecamatan rapat 3 pilar Camat, Dishub dan Koramil timbullah usulan permasalahan-permasalahan. Dari warga kita aja padat, ditambah yang melintas ke kawasan itu,” kata Donna Andria, Jum’at (16/11/2018).

Ia mengatakan, jalur Jalan Radjiman menjadi akses penting bukan hanya warga sekitar akan tetapi dilalui warga Bekasi. Kemudian ditambah kembali pengguna jalan setiap waktu menuju lokasi kerja melintas Jalan Radjiman yang terletak di Kelurahan Jatinegara.

“Walaupun sudah dibantu satpol PP dan kepolisian tetapi nggak selesai juga, yang melintas Rajiman itu bukannya warga Jatinegara dan Bekasi yang melintas jalan. Kalau jalan ditutup harus dijaga petugas Dishub dan Kepolisian,” ujarnya.

Kemudian, Donna akan mencarikan solusi alternatif tentang permasalahan permasalah utama persimpangan jalan yang hendak ditutup. Atas penutupan tersebut, kata dia telah diberlakukan di Jalan Pam dan warga mengeluhkan kemacetan melebar hingga pemukiman. Sehingga, dari pengalihan harus itu banyak pengemudi lawan arus dan membahayakan pengguna jalan disepanjang jalan Radjiman.

“Timbulah alternatif ini coba dampaknya bagaimana ditutupnya jalur itu, hari Selasa di Jalan Pam jam pagi dan sore crowded-nya dan kemudian sebagian yang lawan arah. Saya bersurat ke Polres,” paparnya.

Sementara, perwakilan warga sekitar yang dihadiri RT, RW 07,08,13 dan LMK menyampaikan keberatan secara tertulis dan dibacakan di Kantor kelurahan. Warga pun mengatakan, penutupan jalan tanpa ada sosialisasi atau pemberitahuan terlebih dahulu.

“Ada yang kami catat dari RW 7,8 dan 13 keberatan penutupan simpang jalan Radjiman. Setiap Jum’at ada shalat Jum’at terganggu dengan penutupan jalan karena kapasitas tidak ketampung. Warga minta akses simpang jalan yang ditutup dibuka,” demikian petikan yang disampaikan pengurus lingkungan di Kantor Lurah. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *