oleh

Lama Menikah Belum Punya Anak, Suami Mulai Galau

Jakarta, TribunAsia.com – Suasana di Kantor KUA Senen Jakarta Pusat siang ini terlihat ramai seperti biasa, laki-laki dan perempuan silih berganti datang dengan urusan yang berbeda-beda, cuaca yang terik dan mengundang rasa gerah nampak tak dihiraukan oleh pengunjung yang lalu lalang.

Dalam situasi hiruk pikuk tersebut, nampak seorang lelaki duduk termenung, ia menyendiri pada salah satu kursi, pikirannya nampak jauh menerawang ke depan, dari ekspresi muka nampak ia sedang memikirkan masalah berat, sama sekali tidak nampak ekspresi senyum. Sebab ingin tahu lebih jauh, TribunAsia.com kemudian menyapa bersangkutan.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Tersadar ada yang menegurnya, serta Merta lelaki berperawakan gemuk tersebut langsung buyar dari lamunannya, dari mulutnya keluar balasan sapaan.

“Iya kenapa mas, silakan kalau mau duduk” balasnya ringan, Jum’at (16/11).

Terjadilah percakapan ringan antara reporter TribunAsia.com dengan si bapak. Diketahui namanya Mulyadi (42), tinggal di daerah Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Mulyadi mengaku hanya menemani adiknya, Khaerul, yang sedang mengurus administrasi pernikahan di KUA.

Mulyadi adalah suami dari seorang perempuan bernama Erna (39). Pernikahan mereka sudah berlangsung sekitar tujuh belas tahun, namun hingga kini pasangan tersebut belum dikarunia anak.

“Nikahnya kalau dihitung ke belakang sudah masuk tujuh belas mas, sudah lama, tapi gitu deh, belum punya anak” akunya.

Belum hadirnya momongan dalam rumahnya tangga mereka, belakangan membuat pria ini dilanda kegalauan, ia merasa ada ruang kosong yang menganga lebar dalam pernikahan mereka.

“Akhir-akhir ini terkadang Galau rasanya mas, gimana ya, ingin sekali nimang bayi tapi belum ada hingga sekarang” imbuhnya.

Hasrat memiliki anak sangat menggebu di dada Mulyadi, di masa mudanya, salah satu alasan menyebabkan ia menikah karena ingin punya anak sendiri.

“Dulu mau nikah karena ingin punya anak, biar ada penenang jiwa, kalau anak kecil kita liatnya langsung adem dada, tenang perasaan kita gitu loh” sambungnya.

Perasaan iri terkadang muncul dalam dirinya saat melihat satu generasinya dulu rata-rata sudah punya anak, bahkan anak mereka sudah besar, ada juga yang sudah kerja dan menikah.

“Satu angkatan saya dulu sesama anak muda sudah punya anak semua, seneng banget liatnya, malah anaknya udah pada gede, ingin banget sih seperti mereka” tutur Mul sapaan akrabnya.

Hingga kini Mul bersama sang istri masih tetap menaruh harapan agar mereka bisa diberi kesempatan memiliki anak kandung, mereka juga telah melakukan berbagai usaha baik berupa pengobatan atau dengan cara lain.

“Kami sih harapnya tetap bisa punya anak kandung walaupun saya dan emaknya tidak muda lagi, usaha pastilah mas, konsultasi ke dokter atau pengobatan alami, semuanya kita coba deh” pungkasnya.

Kehadiran anak dalam sebuah rumah tangga memiliki efek luar biasa, anak bisa menjadi penyebab hubungan suami istri semakin mesra, tidak sedikit pula kasus perceraian gagal terjadi karena mempertimbangkan masa depan anak, bagi Anda yang sudah punya anak, jaga dan pelihara anak-anak Anda sebaik mungkin, besarkan mereka dengan penuh cinta kasih. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *