oleh

Penerimaan CPNS Tahun 2018 Menghebohkan Seluruh Nusantara

TribunAsia.com ­-

Oleh : Laode Arpai (Wasekjen PB HMI 2018-2020)

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Sebab, penerimaan Tahun ini berbeda dengan tahun Tahun sebelumnya Dari sekian juta pelamar atau skitar 1,7 juta peserta diseluruh Indonesia yg mengikuti tes seleksi kompetensi bidang (SKD)  hanya berkisar 8 persen yg lulus SKD. Padahal,  jumlah peserta yg lolos untuk mengikuti tahap seleksi kompetensi bidang  (SKB)  tiga Kali Dari jumlah formasi yg dibuka.

Berbagai Macam kritikan telah dilontarkan oleh public dari susahnya soal soal tes, hingga tingginya ambang batas minimal passing grade. Kritikan tersebut memiliki pro dan kontrak disatu sisi menggap Bahwa kualitas peserta ASN sangat dibawa standard sehingga ini menjadi Catatan Bersama bagi para perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas lulusanya.

Menjadi ASN tentunya menjadi harapan bagi seluruh masyarakat,  apalagil masyarakat yg tinggal dipedesaan menjadi kebangaan tersendiri jika mereka menjadi ASN. Namun jika ASN dihasilkan hanya melalui kompromi kebijakan tentunya tidak akan menghasilkan ASN yg berkualitas, ASN hanya condong mementingkan kepentingan pribadi Dan tak mampu menjadi pelayan masyarakat yg efektif Dan efisien.

Berbagai Macam opsi telah telah ditentukan oleh pemerintah untuk memenuhi formasi yg kosong Dari menurunkan nilai ambang batas pasing grade hingga menurunkan 10 point nilai TIU agar formasi yg kosong dapat terpenuhi. Namun jika dilakukan opsi tersebut akan menjadi Catatan buruk bagi pelayanan public Di Indonesia Dan ini berkesan tidak konsistenya kebijakan yg dikeluarkan oleh pemerintah.

Menurut saya pemerintah harus konsisten untuk mengikuti nilai ambang batas pasing grade Dan jika peserta yg belum memenuhi  Pasing grade secara otomatis tidak bisa mengikuti tes Selanjutnya yaitu SKB.

Dan apa bila formasi Masih banyak yg kurang maka pemerintah Wajib untuk membuka kembali penerimaan CPNS Tahun depan. Hal ini agar kualitas pelayanan public Di Indonesia benar benar kompetetif Dan bisa menghasilkan para Birokrasi yg benar benar berkualitas untuk menunjang kemajuan Indonesia kedepan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *