oleh

Patut Dicontoh, Jaga Kesucian Cinta, Pasangan Suami Istri Pilih Ta’aruf Sebelum Nikah

Jakarta, TribunAsia.com – Zaman sekarang, pacaran telah menjadi budaya di kalangan muda-mudi, pacaran dianggap sebagai sesuatu yang biasa saja, tidak sedikit orang tua yang mengganggap pacaran adalah proses yang lumrah dilalui anak sebelum nikah, namun ternyata tidak semua kalangan anak muda menyerah pada budaya zaman, salah satunya adalah pasangan suami istri Imam (28) dan Reni (26).

Berdasarkan pengakuan Imam dan Reni, mereka menikah tanpa melalui proses pacaran, tetapi lewat proses ta’aruf, sebuah proses pra nikah yang dikenal dalam Islam untuk lebih memahami dan mengenal calon pasangan.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Kita itu nikah ngga pake pacaran ya, kita ta’aruf dan setelah kita nikah” sebutnya di Kantor KUA Senen Jakarta Pusat, Kamis (15/11).

Bagi pasangan ini, alasan mereka tidak pacaran sangat sederhana, takut berdosa.

“Kalau ditanya alasannya ya sederhana toh, kami takut dosa, ada jalan yang disediakan agama menuju pernikahan, bila diikuti manfaatnya terasa” ucap sang istri, Reni.

Dengan penuh semangat Reni pun menjelaskan perbedaan antara pacaran dan ta’aruf, dalam keyakinannya ada garis pemisah yang jelas antara keduanya.

“Kalau pacaran sudah pasti mendekatkan diri pada dosa, banyak perintah agama yang bisa dilanggar misalnya berkhalwat (berduaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim), sedangkan kalau ta’aruf aturannya jelas, kita dipertemukan dengan calon, ada yang menemani, jadi tidak berkhalwat, disitu bisa lebih saling kenal, setelahnya bila sepakat lanjut deh ke jenjang pernikahan” terangnya.

Ta’aruf merupakan proses yang dilalui bagi orang-orang yang sudah siap menikah.

“Ta’aruf itu untuk mereka yang emang udah siap nikah, jadi bukan lagi main-main” imbuhnya.

Proses ta’aruf juga bukan pemaksaan agar harus menikah.

“Ta’aruf juga bukan berarti maksa harus nikah dengan dia nya, bila dalam proses ta’aruf itu salah satu dari keduanya merasa tidak cocok, atau mungkin dua-duanya ngga sreg gitu, maka ngga dilanjut, jadi tetap bebas kok” pungkasnya.

Pasangan yang kini tinggal di Jalan Jenderal Soeprapto, Senen, Jakarta Pusat ini mengaku kehidupan rumah tangga mereka berjalan harmonis, dinamika diantara mereka selalu bisa diselesaikan dengan baik, mereka berkomitmen saling menghargai dan menghormati satu sama lain. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *