oleh

Wow, Demi Pasangan Perempuan Ini Rela Pindah Agama

Jakarta, TribunAsia.com – Ketika perasaan cinta menghujam sangat dalam maka semua pengorbanan akan dilakukan, kalimat ini tepat untuk menggambarkan sikap seorang Clara (26) yang memilih masuk Islam demi menikah dengan sang pujaan hatinya Tarjo (27). Clara yang awalnya non muslim (Kristen) mengambil pilihan nekat dalam kehidupannya dengan berpindah agama.

Diakui dirinya, langkah yang dia ambil penuh resiko dan tantangan, perempuan yang tinggal di Kramat Jakarta Pusat ini menceritakan penentangan paling keras datang dari pihak keluarga.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Keluarga menentang keputusan saya, bahkan sangat keras, terlebih orang tua terbilang taat dalam urusan rohani” ucapnya di Kantor KUA Senen, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).

Meskipun mendapat penentangan gigih dari keluarga inti, Clara sama sekali tidak mundur apalagi berniat merubah pilihan awalnya.

“Ditentang tetap maju, yah namanya juga pilihan hidup mas, mungkin ini sudah garis hidup saya kali” tambahnya.

Hingga hari pernikahan, orang tua Clara belum sepenuhnya bisa menerima pilihan anaknya.

“Saat kami menikah pun orang tuaku belum sepenuhnya bisa terima, namun yang buat saya bahagia karena mereka bersedia datang ke pernikahan kami” imbuhnya.

Perempuan ini pun memiliki tekad untuk terus membina hubungan baik dengan keluarga besarnya walaupun sebagian dari mereka sulit menerima kenyataan.

“Pastinya tetap bina hubungan baik ya, merek kan keluargaku, pasti kedepannya saya tetap butuh mereka” tuturnya.

Secara pribadi Clara memiliki keyakinan bahwa dengan komunikasi yang baik, dan seiring berjalannya waktu keluarga besarnya lambat laun akan menerima.

“Saya sih yakin kok, semua ini hanya urusan waktu, suatu saat pasti mereka bisa paham dan nerima” katanya dengan penuh optimisme.

Sementara itu sang suami, Tarjo, berharap pernikahan mereka bisa langgeng dalam satu rumah tangga.

“Harapannya sederhana mas, semoga langgeng selamanya, tahulah mas istriku kan masuk ke lingkungan agama yang baru, pasti ada tantangannya, tapi saya yakin dia akan cepat belajar” harapnya.

Sebagaimana sang istri, Tarjo juga berharap, kelak keluarga Clara bisa menerima pernikahan mereka secara utuh.

“Harapannya pasti semoga suatu saat keluarga besar istri bisa menerima kami secara utuh, orang tua istri adalah orang tua saya juga” tukasnya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pernikahan selalu memiliki hambatan, jalan menuju pelaminan adalah jalan yang butuh pengorbanan, dan hanya orang-orang yang berani bersikap mampu menempuh jalan itu.(ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *