oleh

Piawai Manage Kaum Milenial Dilirik Walikota Ikut Pileg

Tangerang Selatan, TribunAsia.com – Nasib orang tak banyak yang tahu, saat remaja hingga besar nanti akan menjadi siapa dan apa ? Namun jika saja pasrah dalam hidup tentunya tak ada satu pun mimpi itu terwujud.

Seperti cerita perempuan keturunan minang ini, Gusdarti Ilyas Piliang menjadi seorang pekerja kantoran bahkan awal merintis sebagai pegawai rendahan, tanpa disadari sebuah jabatan strategis pun didapatkannya ketika takdir menginginkannya menjadi pegawai di PT.PLN sebuah BUMN ternama di negeri ini.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Pernah mendapat predikat sebagai pegawai teladan di PT.PLN tidak lantas membawanya pongah atau jumawa. Kesederhanaan dan low profile serta jiwa keibuan yang sangat arif membuat banyak rekan kerja hingga kerabat lain pun memuji hingga menjadi merasa terhormat bila dekat dengan sosok yang mampu akrab dengan semua usia.

Wanita kelahiran minang 59 tahun lalu ini sangat akrab juga ditelinga kalangan para politisi hingga keluarga birokrat. Bahkan sejak namanya masih Cipasera hingga menjadi Kota Tangerang Selatan, banyak menilai Gusdarti Ilyas adalah tokoh wanita perubahan kala itu. Tak heran walau tidak lagi muda namun aktivitasnya di Gema CMR (Cerdas, Modern, Religius.red) motto Kota yang sudah berusia satu dekade ini sangat dikenal pula dekat anak-anak muda Tangsel yang terorganisir baik dalam Gema CMR.

“Saya sengaja aktif di Yayasan CMR dan memegang kendali di Gema (Generasi Muda.red) CMR melakukan berbagai agenda dan event yang berkaitan dengan hobi dan aspirasi anak anak muda”, tutur Bunda Gusdarti biasa disapa, menerangkan kepada awak media pagi ini (14/11) di tempatnya tinggal di kawasan Pamulang.

“Selepas pensiun memang pimpinan partai meminta langsung Bunda ikut Pileg, jujur suatu pertimbangan istimewa dan tentunya tawaran itu akhirnya bunda terima melalui mediasi pemikiran yang panjang,” cerita Gusdarti Ilyas Piliang awali perbincangannya tentang politik.

“Sebagai Wakil Bendahara Parpol Pohon Beringin (Golkar.red) adalah fakta bahwa selama ini sengaja bunda simpan dan tak mau mencari berita hadirnya saya di partai sejak lama”.

“Semua berawal dari aktifitas saya di Yayasan CMR, hingga terjun di politik namun masih masif dan baru sekaranglah bunda dilirik pimpinan partai yang kebetulan juga walikota untuk ikut berjuang mempertahankan hasil program pemerintahan saat ini”, ucap Gusdarti.

Saat disinggung era milenial dan suara kaum milenial hal yang sering dilakukannya hanya melalui Yayasan CMR seperti mengikutsertakan anak-anak muda dalam tiap kegiatan dan peristiwa nasional.

“Bunda manage anak-anak muda yang ada di Yayasan CMR untuk kelola sendiri event atau agenda nasional yang mereka inginkan atau kegiatan sosial yang mereka harapkan” jelasnya.

“Bunda ikuti petunjuk Allah SWT keikutsertakan Bunda di Pileg 2019, intinya karir dan profesi jika diawali dan ditata secara idealisme pasti ada hasilnya” tukas Gusdarti Ilyas Piliang, kata Piliang diakhir nama adalah Suku Piliang salah satu suku (klan) yang terdapat dalam kelompok Suku Minangkabau.

Terpisah Jurnalis senior asal Tangsel yang akrab disapa Bang Zuhri juga Ketua Yayasan CMR saat diminta pendapatnya tentang sosok Gusdarti Ilyas hanya menerjemahkan sebagai perempuan yang notabene ikhlas berdiri diatas kepentingan masyarakat Tangsel.

“Gusdarti Ilyas adalah tokoh klasik yang setia bekerja sepanjang sejarah Tangsel seperti harapan saya dan beliau potret yang mau kenal dan lebih dekat dengan situasional krisis moral kaum milenial sebab mampu menjawab tantangan dan memberikan solusinya” pesannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *