oleh

Shahih Muslim

TribunAsia.com 

Lima Hal Termasuk Fitrah {Kesucian Diri}

Iklan 52 Khutbah Jum'at

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْفِطْرَةُ خَمْسٌ أَوْ خَمْسٌ مِنْ الْفِطْرَةِ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَقَصُّ الشَّارِبِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Lima hal termasuk fitrah, yaitu; Khitan. istihdad, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur kumis.’ {Muslim 1/153}

 

Sepuluh Hal yang Termasuk Fitrah

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرٌ مِنْ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الْأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ. قَالَ زَكَرِيَّاءُ قَالَ مُصْعَبٌ وَنَسِيتُ الْعَاشِرَةَ إِلَّا أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ. زَادَ قُتَيْبَةُ قَالَ وَكِيعٌ انْتِقَاصُ الْمَاءِ يَعْنِي الِاسْتِنْجَاءَ

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sepuluh hal yang termasuk fitrah yaitu, mencukur kumis, membersihkan jenggot, bersiwak, menghirup air lewat lubang hidung, memotong kuku, membasuh ruas-ruas jari, mencabut bulu ketiak, mencukur ‘Anah, dan menggunakan air (untuk istinja}.”‘Zakariya berkata,”Kata Mush’ab, ‘ Saya lupa yang kesepuluh, kalau tak salah adalah berkumur.”‘ Qutaibah menambahkan, menurut Waki’, “Menggunakan air maksudnya untuk istinja.” {Muslim 1/153}

 

Memberikan Siwak Kepada Orang yang Lebih Besar

عَن عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرَانِي فِي الْمَنَامِ أَتَسَوَّكُ بِسِوَاكٍ فَجَذَبَنِي رَجُلَانِ أَحَدُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ الْآخَرِ فَنَاوَلْتُ السِّوَاكَ الْأَصْغَرَ مِنْهُمَا فَقِيلَ لِي كَبِّرْ فَدَفَعْتُهُ إِلَى الْأَكْبَرِ

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku mimpi bersiwak, kemudian ada dua orang yang menarik perhatianku, yang satu lebih tua dari yang lain. Kemudian aku berikan siwak kepada yang lebih muda, lalu ada yang berkata kepadaku, ‘Utamakan yang lebih tua!’ Maka aku berikan siwak itu kepada yang lebih tua’ {Muslim 7/57}

 

Cukurlah Kumis dan Rapikan Jenggot

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Berbedalah dengan orang-orang musyrik, cukurlah kumis dan panjangkan jenggot” {Muslim 1/153}

 

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ وَنَتْفِ الْإِبِطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لَا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

  1. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Kita diberi batas waktu untuk mencukur kumis, memotong kuku, membersihkan bulu ketiak dan mencukur rambut kemaluan agar tidak lebih dari 40 hari.” {Muslim 1/153}

 

Membersihkan Kencing di Masjid

عن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ فِي الْمَسْجِدِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ فَقَامَ يَبُولُ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَهْ مَهْ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُزْرِمُوهُ دَعُوهُ فَتَرَكُوهُ حَتَّى بَالَ ثُمَّ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ إِنَّ هَذِهِ الْمَسَاجِدَ لَا تَصْلُحُ لِشَيْءٍ مِنْ هَذَا الْبَوْلِ وَلَا الْقَذَرِ إِنَّمَا هِيَ لِذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالصَّلَاةِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ أَوْ كَمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَأَمَرَ رَجُلًا مِنْ الْقَوْمِ فَجَاءَ بِدَلْوٍ مِنْ مَاءٍ فَشَنَّهُ عَلَيْهِ

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata. “Ketika kami sedang berada di masjid bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba seorang Arab Badui datang lalu kencing di masjid sambil berdiri. Maka para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya, “Mah, Mah!” Anas melanjutkan, Rasulullah berkata, “Janganlah kalian mengusirnya, biarkanlah dia.” Para sahabatpun membiarkan orang tersebut sehingga ia meyelesaikan kencingnya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memanggilnya sambil berkata kepadanya, “Sesungguhnya masjid ini tidak digunakan untuk kencing dan untuk kotoran, akan tetapi sesungguhnya masjid hanyalah untuk berzikir kepada Allah, shalat, dan membaca Al Qur’an.” Atau seperti itu sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Anas berkata, “Kemudian Rasulullah menyuruh salah seorang untuk membawa timba berisi air dan kemudian menyiramkan pada tempat kencing tadi.” {Muslim 1/163}

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *