oleh

Institusi Adhyaksa Berduka Cita Atas Kepergian Sandy Jaksa Korban Pesawat Lion Air JT-610

Jakarta, TribunAsia.com – Institusi Adhyaksa berduka cita atas kepergian Almarhum Sandy Johan Ramadhan salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di teluk Karawang Jawa Barat.

Diketahui, Sandy salah satu Jaksa yang berdinas Kejaksaan Negeri Bangka Selatan dan kini dimakamkan di TPU Kebon Nanas, Cipinang Besar Selatan. Tempat pemakama tersebut tidak jauh dari kediamannya di Jakarta Timur pada hari Selasa 13 November 2018.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Menurut Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Bangka Selatan, sosok Almarhum Sandy salah seorang yang humoris dan memiliki jiwa pekerja keras.

Kata dia, Sandy Johan Ramadhan profesi Jaksa junior dan bisa sebut pertama kali mengemban ditugas di lingkungan Kejaksaan Negeri Bangka Selatan.

“Beliau termasuk sosok yang bekerja keras pertama di Bangka Selatan orangnya pintar humoris dan mau belajar. Dia banyak bertanya karena dia kebetulan jaksa pertama yang di tempatkan di Bangka Selatan, pertama kali jadi jaksa,” kata Nanda selaku Kasipidum Bangka Selatan di lokasi pemakaman, Selasa (13/11/2018).

Sambung Nanda, Institusi Kejaksaan merasa kehilangan atas kepergian Almarhum Sandy. Penah disampaikan sebelumnya, papar Kasipidum yang bersangkutan meminta izin untuk memeriksa kesehatan kandungan istrinya ke dokter di Jakarta.

“Terakhir izin sama saya hari Kamis itu dia izin sama dia pulang karena hari ini hari Jumat-nya dia mau ketemu dokter. Sandy tadi ketika terjadi kecelakaan tuh istrinya bilang sama saya tahu bahwa dia positif. Jadi nanti dapat kabar jadi pulang terakhir itu dia dapat kabar istrinya sudah 6 minggu,” tandasnya kepada TribunAsia.com.

Dalam kesempatan yang sama, Jaksa fungsional dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur menyampaikan, salah satu korban penumpang pesawat Lion Air yang teridentifikasi telah diserahkan kepada keluarga dan saat ini tengah dimakamkan.

Masih kata Beni Agus, Sandy adalah putra pertama dari Bapak Doddy Widodo dengan usia yang masih tergolong muda pemakaman berlangsung dihadiri oleh Kepala Biro Umum Tejo Franky, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Asisten Intelejen DKI Jakarta dan seluruh Kepala Seksi di Jakarta Timur.

“Beliau teridentifikasi oleh tim di rumah sakit Polri Kramat Jati. Serah terimakan dari tim DVI ke Lion Air lalu diserahkan ke keluarga dia jaksa termuda usia 27 anak pertama dari Bapak Doddy. Pemakaman dilepas oleh Biro Umum Bapak Tejo Franky dihadiri Bapak Kejari Jakarta Timur dan dan Asintel DKI Jakarta Yulianto dan para Kasie se-Jakarta Timur ,” ungkap Benny Agus, SH.

Ia pun turut merinci, Jaksa yang baru ditempatkan di lingkungan Kejaksaan Bangka Selatan menjadi korban tergelincir pesawat Lion Air hendak pulang ke Jakarta. Hal itu disampaikan kembali, Almarhum Sandy yang baru dilantik kerap pulang ke Jakarta dengan menumpang pesawat setiap bulannya karena sang isteri tinggal di Jakarta.

“Intinya dari Kejaksaan dapat kenaikan pangkat karena bertugas semoga keluarganya diberikan kekuatan terutama istrinya yan sedang mengandung. Dia baru dilantik jadi jaksa ditempat kan Bangka Selatan tiap bulan pulang ke Jakarta karena istrinya tinggal di Jakarta,” tambanya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *