oleh

PN Tolak Gugatan Perlawanan Pedagang Kemirimuka Kota Depok

Depok, TribunAsia.com – Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, Jawa Barat menolak derden verset (mengajukan perlawanan) kelompok pedagang Pasar Kemirimuka terhadap keputusan tetap Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung RI pada tahun 2013 lalu yang menetapkan bahwa lahan tempat berdirinya Pasar Kemirimuka di Jalan Arif Rahman Hakim adalah milik PT Petamburan Jaya Raya sebagaimana Hak Guna Bangunannya (HGB).

Pengajuan perlawanan perdata pedagang Pasar Kemirimuka ini adalah sebagai pihak ketiga pasca putusan MA yang menguatkanĀ penetapan eksekusi Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok Tanggal 21 Juni 2016 bernomor 04/Penetapan-pdt/delegasi eksekusi/2016/PN Depok jo Nomor 16/pdt/eksekusi/2012/PN Bogor jo Nomor 36/pdt/2009/PN Bogor jo Nomor 695/Kasasi/pdt/2011 jo Nomor 476/PK-pdt/ 2013.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Kamis (12/11), setelah berlangsung sejak 16 April 2018 persidangan, Senin, 12 November 2018, Majelis Hakim yang diketuai Yuanne Marieetta dengan Anggota Ramon Wahyudi dan Darmo Wibowo Mohamad menolak derden verset sejumlah pedagang.

“Mengadili, dalam eksepsi, menolak eksepsi pelawan untuk seluruhnya. Dalam provisi, menolak permohonan provisionil turut terlawan dua. Dalam pokok perkara menyatakan, menolak perlawanan terlawan. Dua menyatakan para pelawan adalah pelawan yang tidak bertikad baik,” ujar Yuanne Marieetta dalam putusannya.

Sikap pelawan yaitu pedagang merupakan buntut dari perselisihan antara PT Petamburan Jaya Raya berlawanan Pemkot Depok. Saling klaim lahan sekitar 4 hektar ini berujung ke Pengadilan. PT Petamburan yang memiliki hak guna bangunan (HGB) sejak tahun 1988 dari Pemkab Bogor akhirnya memenangkan proses hukum.

Masih dilokasi yang sama, Pengacara Pedagang Pasar Kemirimuka Leo Prihadiansyah mengatakan menerima putusan majelis hakim. Namun dia mempertanyakan putusan majelis hakim yang menyatakan para pelawan adalah pelawan yang tidak beritikad baik. (Hendrik Raseukiy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *