oleh

Peringati Hari Kesehatan Nasional, Ketum DPP FSP Faskes : Pekerja Kesehatan Terabaikan

Jakarta, TribunAsia.com – Memperingati Hari Kesehatan Nasional yang jatuh setiap tanggal 12 November 2018, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (DPP FSP Farkes Reformasi) Idris Idham mengatakan bahwa kesejahteraan pekerja kesehatan masih terabaikan.

Berdasarkan catatan FSP Farkes Reformasi yang merupakan berafiliasi dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), banyak pekerja rumah sakit dan klinik yang upahnya masih di bawah Upah Minimum Kabupaten/Kota atau Provinsi (UMK/UMP).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Seperti para perawat, tenaga farmasi, tenaga laborat dan yang lain masih banyak yang upahnya masih di bawah UMK/UMP” ujar Idris di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Kondisi seperti ini, kata Idris, tidak hanya terjadi di luar daerah. Bahkan juga terjadi di beberapa rumah sakit yang ada di Jabodetabek.

“Kami setuju bahwa sehat adalah hak rakyat. Tetapi sebagai serikat pekerja FSP Farkes Reformasi menuntut agar kesejahteraan pekerja kesehatan untuk mendapatkan haknya sesuai peraturan yang berlaku seperti upah, lembur, jaminan sosial dan lainnya juga harus diperhatikan,” tegasnya.

Oleh karena itu, melalui keterangan Pers yang diterima TribunAsia.com dalam momentum Hari Kesehatan Nasional yang jatuh hari ini, nasib pekerja kesehatan jangan diabaikan. Sebab, mereka adalah orang-orang yang selama ini bekerja di garis depan untuk mengawal kesehatan rakyat.

“Apalagi mereka perawat, tenaga farmasi maupun tenaga laborat adalah tenaga yang terampil di bidangnya.” imbuh Idris.

Dalam kaitan dengan itu, Idris menuntut agar diberlakukan upah sektor kesehatan yang nilainya lebih tinggi dari upah minimum. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *