oleh

Sekjen DPP FKDT Mengharapkan Adanya Perda Diniyah Penyetaraan Pendidikan Keagamaan

Jakarta, TribunAsia.com – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (Sekjen FKDT) mengharapkan di wilayah Provinsi DKI Jakarta ada penyetaraan pendidikan non formal keagamaan bagi tenaga pengajar.

Menurut, Ahmad Munthoi dengan dilandasi payung hukum Perda atau Pergub akan menjadi motivasi utama bagi guru-guru Diniyah yang berjuang di sektor pendidikan agama Islam. Namun demikian, kata dia dengan adanya payung hukum mayoritas tenaga pengajar non formal dapat diperhatikan.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Ini wilayah provinsi saja kita pengen penyetaraan pendidikan keagamaan dan ingin mendorong kekuatan pendidikan lahirnya Perda Diniyah atau pergub artinya payung hukumnya ada mayoritas guru Diniyah non formal,” jelas Ahmad Munthoi kepada TribunAsia.com, Sabtu (10/11/2018).

Baca Juga : Terpilih Pimpin DPW, H. Danu Menjadi Ketua FKDT Masa Khidmah 2018-2023

Lebih jauh dia menyampaikan, dengan kepengurusan Ketua DPW FKDT DKI Jakarta yang baru terpilih setidaknya dapat bersaing di DKI Jakarta dan memperhitungkan kepentingan Madrasah Diniyah Takmikiyah. Dalam kesempatan itu, dia juga sebagai pemimpin sidang dan berpesan perlunya membangun hubungan jaringan pergerakan hingga ke tingkat pusat.

“Banyak jalan membangun jaringan yang penting membangun jaringan hingga pusat pergerakan kita pemberdayaan dari pusat ke daerah, saya mewakili Ketum mengucapkan selamat siang semoga terpilihnya beliau bisa menjadi sorotan di DKI Jakarta ini,” ujarnya.

Ia juga mengatakan dihadapan kader-kader FKDT untuk kepengurusan yang terpilih harus mampu bersaing di DKI Jakarta dan mengapresiasi kepada struktur kepemimpinan yang berganti.

“Saya ucapkan Ustadz Danu FKDT Jakarta mudah-mudahan kita di DKI bersaing dan diperhitungkan. Saya kenal beliau saya apresiasi kerja beliau mengorbankan kepentingan Madrasah Diniyah Takmikiyah untuk FKDT,” tambahnya.

Selaku Ketua DPW terpilih Danu menyampaikan, akan melanjutkan program-program kerja organisasi oleh kepengurusan yang terdahulu dan bersinergi dengan berbagai pihak instansi lain.

“Tentunya pertama saya ingin apa yang sudah dilakukan oleh pengurus lama. Mana yang baik akan saya lanjutkan ditetapkan dan mana kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan yaitu juga harus dicari yang pertama mungkin kita akan bangun apa kesulitan pengurus karena dengan kekuatan-kekuatan pengurus itulah bisa mendukung dalam rangka tujuan bersama khususnya tujuan didunia,” kata Ketua terpilih.

Dalam waktu sepekan, dirinya akan membentuk kepengurusan yang memiliki kemandirian dan akan diseleksi dari kader-kader terbaik agar mampu mendukung program-program di tingkap Provinsi DKI Jakarta.

“Supaya bagaimana bisa dikatakan bahwa kita ada di apa ada tim formatur yang terdiri dari unsur adalah kemandirian baru akan diusung dengan apa rekomendasi mereka mereka sendiri atau menjaring kader-kader terbaik mereka di setiap kota untuk mendukung kegiatan di tingkat provinsi yang tadi transparansi tentu dalam organisasi apapun kekuatan transparansi itu harus mutlak karena di situlah nanti terasa akan diuji,” tegasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *