oleh

Momentum Politik Bisa Dicipta, Tidak Harus Selalu Ditunggu

Jakarta, TribunAsia.com – Dalam dunia politik momentum sangat menentukan peristiwa politik, banyak politisi yang terkadang mengalami kebuntuan politik karena menunggu momentum yang tak kunjung tiba, padahal sesungguhnya momentum dalam dunia politik bisa diciptakan oleh aktor politik, hal ini disampaikan oleh Zulkifli Halim, mantan anggota DPR RI.

“Momentum Politik sesungguhnya bisa dicipta, tidak harus selalu ditunggu, kemampuan menciptakan momentum politik bergantung pada kualitas aktor politik” ungkap Zul saat menjadi narasumber dalam diskusi Masa Depan Politik Indonesia yang merupakan rangkaian dari Munas dan Milad Barisan Nusantara, Sabtu (10/11).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Dalam semua negara, panggung politik dikendalikan oleh minoritas elit, para elit tersebut banyak yang berasal dari latar konglomerat.

“Di semua negara kekuatan politik selalu dikendalikan oleh sekelompok minoritas elit, konglomerat sesungguhnya masuk kategori politisi tanpa partai karena mereka banyak diuntungkan oleh kebijakan politik” tegasnya.

Dalam konteks Indonesia, kebisingan dan kegaduhan yang terjadi di tengah masyarakat salah satunya disebabkan oleh ketidakcerdasan politisi dalam melakukan komunikasi politik.

Baca Juga : Barisan Nusantara Gelar Munas dan Milad

“Ada kesalahan dalam komunikasi politik yang biasa dipraktikkan oleh para politisi, buktinya ucapan mereka sangat sering disalahpahami akhirnya dunia politik gaduh untuk hal yang tidak substansi” sambungnya.

Sangat sering terjadi kesalahpahaman dalam memahami politik, tidak sedikit masyarakat awam bahkan pelaku politik yang memandang politik sebatas ajang meluluskan kepentingan politik.

“Politik sesungguhnya merupakan sebuah dedikasi, bukan sekedar meloloskan kepentingan” pungkasnya.

“Jika diamati secara kritis, belum semua fungsi politik berjalan dengan baik. Satu-satunya fungsi politik yang berjalan baik hanya urusan perebutan kekuasaan sementara fungsi lain misalnya melahirkan kebijakan yang berpihak ke rakyat hanya menjadi bahan orasi belaka” bebernya.

Saat ini penting digencarkan kembali kajian politik, namun harus dipastikan kajian yang dilakukan harus melahirkan kebijakan.

“Kajian politik perlu disinkronkan dengan konsolidasi sumber daya manusia, tapi kajian tidak boleh berhenti pada kajian, namun harus bisa melahirkan kebijakan” harapnya. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *