oleh

Buntut Pilkada, Tukang Bubur Ayam Menjadi Terdakwa Perkara IT

Jakarta, TribunAsia.com – Meski Pilkada DKI Jakarta telah berlalu, kasus IT Pilkada masih menyisakan masalah. Penjual bubur ayam menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Dendi Saiman terseret dalam perkara IT disinyalir memposting informasi politik perihal Pilkada.

Menurut penjelasan Bapak Supriadi orang tua dari terdakwa Dendi Saiman, putranya ketika sedang dagang bubur ayam dibilangan Kramat Jati Jakarta Timur diamankan petugas kepolisian karena terkait tentang data-data Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melalui handphone yang terhubung ke google.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Dia belajar dari google Dendi Saiman dia yang jelas lewat HP dia lagi dagang bubur ditangkap polisi udah empat bulan kemarin (lalu),” kata orang tua terdakwa di pekarangan PN Jaktim.

Supriadi menambahkan, putranya menyandang pendidikan sekolah dasar dan dia pun telah mendengar penjelasan pihak Bawaslu bahwa apa yang dilakukan terdakwa tidak bermasalah. Maka dari itu, kata Bapak terdakwa Dendi Saiman kasus anaknya telah dimaafkan oleh Bawaslu.

“Kata Bawaslu nggak masalah. Bawaslu pernah ketemu saya disini katanya nggak ada masalah udah dimaapin,” imbuhnya.

Perlu diketahui, putranya berhenti sekolah dasar dan saat ini berdagang bubur ayam bersama Mamangnya (adik orang tua terdakwa) di Jakarta Timur. Selain itu, Supriadi tidak mengetahui yang dilakukan terdakwa Dendi Saiman hingga ke meja hijau.

“Saya nggak tau apa yang ditulis. Dia setau saya lulus SD orang tuanya meninggal diambil sama Mamangnya dagang bubur ayam di Kramat Jati. Kayaknya terkait Pilkada kemarin saya nggak tau katanya masalah Bawaslu gitu,” terangnya.

Kemudian, dengan nada rendah kata bapak terdakwa Dendi Saiman, hingga masuk proses dipersidangan putranya tidak didampingi Kuasa Hukum dengan alasan ekonomi yang tidak cukup serta kurangnya pemahaman hukum.

“Nggak ada pengacara, belum tau kita orang nggak punya kita ikutin jalan aja kita liat anak kasian,” ungkap Supriadi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *