oleh

YLCC Kaji Kerjasama dengan RS Harapan Depok

Depok, TribunAsia.com – Kepala Bidang Aset dan Sejarah Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) Ferdy Jonthans mengatakan, pihak memutuskan kerjasama dengan RS Harapan Depok.

“Aset lahan dan bangunan yang jadi rumah sakit ini adalah milik YLCC. Sedangkan kerjasama yang sudah berlangsung lama tidak ada transparansi kontribusi yang adil kepada YLCC,” ujar Ferdy Jonathans di Jalan Pemuda, Kota Depok, Kamis, (8/11/2018).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Sebutnya, pria yang dikenal selaku sejarawan era Hindia Belanda Kota Depok mengatakan donasi selama ini Rp7.5 juta per bulan itu sudah sejak tahun 1994.

“Sudah tidak wajar lagi. Sehingga YLCC menawarkan kerjasama dalam bentuk kontrak Rp50 juta per bulan tapi tidak ditanggapi oleh RS Harapan Depok,” jelasnya.

Sehingga, pihaknya memberi waktu seminggu per tanggal 7 November 2018 kedepan bagi RS Harapan Depok untuk menghentikan segala kegiatan dan mengosongkan lahan Rumah Sakit Harapan Kita dengan Surat Keputusan Nomor : 063/KPTS-YLCC/VIII/2018.

Sebelumnya, ungkap Ferdy, YLCC telah mengajukan ke pihak manajemen RS Harapan Depok untuk mereview kerjasama dalam bentuk donasi menjadi kontrak.

Namun, Ferdy meyakinkan, bahwa pihaknya masih membuka pintu bagi pihak RS Harapan Depok untuk duduk bersama dengan pertimbangan kemanusiaan atas pasien yang masih dirawat di RS ini.

Ferdy menambahkan, jika nantinya tidak ada kata kesepakatan dengan pihak manajemen RS Harapan Depok, YLCC berencana akan menjadikan bangunan yang ada sebagai situs cagar budaya. (Hendrik I Raseukiy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *