oleh

Tiga Lokasi Pendistribusian Sabu-Sabu dari Sumatra, Terdakwa : Condet, Cipinang Indah dan PGC

Jakarta, TribunAsia.com – Tiga lokasi pendistribusian narkotika jenis sabu-sabu seberat 20 Kilogram dari jalur Sumatera ke Jakarta akan dikirim menuju Condet, Cipinang Indah dan Pusat Grosir Cililitan (PGC). Menurut keterangan terdakwa Faisal dan Arif narkotika golongan satu yang dibawa menggunakan ransel berisi kristal bening akan diturunkan ke Jakarta Timur termasuk Basura.

Dirinya gagal mengirim barang haram tersebut, karena telah lebih dahulu ditangkap aparat kepolisian ketika mengirim sabu-sabu pesanan Tata yang saat ini melarikan diri.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Condet, Cipinang Indah terakhir di PGC (Pusat Grosir Cililitan). Saya nganter sampai ke kosan Tata. Itu saya dibawah parkiran Basura ditangkap,” jelas terdakwa di PN Jaktim, Selasa (6/11/2018).

Dalam persidangan, kedua terdakwa menjelaskan barang bukti seberat 20 Kilogram sabu-sabu tersebut diperoleh dari Pekan Baru dengan dikemas tas ransel berjumlah dua buah masing-masing berisi 10 Kilogram dalam tiap tas. Barang haram itu dibawa terdakwa dari Pekan Baru dan akan dikirim ke Jakarta.

“Dari pekan baru saya nggak tahu nama tempat jalannya dirasakan ransel lalu ke Hotel Pekan Baru bersama Budi,” ujar terdakwa.

Kemudian, terdakwa memaparkan kembali upah pengiriman paket sabu-sabu dari jalur Sumatera ke Jakarta dijanjikan akan mendapatkan penghasilan sebesar Rp 100 juta dan hasil tersebut rencananya akan di bagi dua kepada kepada seseorang bernama Unyil.

Baca Juga : Dua Terdakwa Kurir Sabu-Sabu Seberat 20 Kilo Gram Ditangkap di Basura

“Saya dibagi 100 juta dibagi 2 sama Unyil ditransfer atas nama Nurwayudin,” ucap terdakwa.

Lanjut terdakwa, sabu-sabu siap edar itu, dibawa ke Jakarta  dengan menumpang kendaraan travel dan berpindah-pindah lokasi ketika di jalur Sumatera lalu beristirahat di sebuah Hotel.

“Naik travel ke Bukit Tinggi nginep nggak pede aja saya sampai ke Lampung naik mobil berangkat nyebrang ke Jakarta,” jelas terdakwa kepada majelis hakim yang dipimpin oleh Posma P Nainggolan, SH.,MH.

Perlu diketahui, pemasok sabu-sabu disebutkan oleh terdakwa telah tertangkap lebih dahulu di wilayah Sukabumi Jawa Barat. Dan rencananya dari Hotel mereka berjumlah lima orang akan membawa sabu-sabu ke Jakarta.

“Egi sama Iksan yang ketangkap ke Sukabumi.

Saya nganter sampai ke kosan Tata. Bertiga , yang dua lagi saya nggak ngeh (ingat) kita di Hotel berlima rencananya bawa ke Jakarta,” beber terdakwa.

Selain itu, ditambahkan oleh Majelis Hakim kepada terdakwa yang pernah dipidana atas kasus yang sama di PN Jaktim.

“Kan saudara pernah ditahan kenapa saudara lakukan lagi. Kan saudara pernah dihukum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur,” kata Asban Panjaitan, SH.,MH .

“Pernah (dihukum),” jawab salah seorang terdakwa.

Sementara, Franky Wibowo, SH selaku penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari Jaktim) meminta keterangan dari terdakwa lokasi tempat-tempat pendistribusian sabu-sabu asal Sumatera menuju Jakarta  yang berada didalam ransel gunung.

“Ini ada bungkusnya jadi total 20 bungkus nih. Ini dimasukin sleeping bag dari Lampung naik Ferry (kapal laut) terus naik mobil lagi. Saudara mengedarkan berapa tempat,” tanya JPU. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *