oleh

Siasati Penurunan Minat Mahasiswa Berorganisasi, UEF Jadikan Bahasa Inggris Sebagai Daya Tarik

Makassar, TribunAsia.com – Minat Mahasiswa untuk Berorganisasi mengalami penurunan, hal itu dirasakan oleh komunitas mahasiswa yang tergabung dalam UEF (United English Forum). Meskipun terjadi situasi yang kurang bersahabat, akan tetapi tidak membuat anggota dan pengurus UEF patah arang, mereka berkreasi dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan menjadikan pembelajaran bahasa Inggris sebagai nilai jual.

Kepada TribunAsia.com, Nurul Fadhilah Sari selaku Ketua Umum (Gevernoor) UEF menuturkan pembelajaran bahasa Inggris sengaja dimasifkan pengurus UEF, selain untuk memberikan bekal bahasa inggris kepada para anggotanya, juga dimaksudkan sebagai daya tarik bagi mahasiswa secara umum agar bergabung ke organisasi ini.

banner 336x280

“Kami rutin menggelar pembelajaran bahasa Inggris, dalam sepekan bisa dua sampai tiga kali, lokasinya di kampus, biasanya di belakang perpustakaan, supaya mahasiswa di kampus melihat langsung aktivitas kami, dengan begitu mereka akan mencari tahu tentang UEF” ucapnya dengan nada serius, Selasa (6/11).

Perempuan yang kini tercatat sebagai mahasiswi di UIN Alauddin Makassar ini, memberi bocoran sejauh ini upaya mereka menjadikan bahasa Inggris sebagai pemikat menuai hasil positif.

“Kalau dilihat perkembangannya lumayan berhasil, mayoritas anggota baru yang gabung di UEF faktornya karena ingin belajar bahasa Inggris” tukasnya.

Tak lupa dirinya menjelaskan, berdasarkan sejarah kelahirannya, bahasa Inggris merupakan bagian tak terpisahkan dari aktivitas UEF, sejak berdirinya UEF memang telah dideklarasikan dengan dua misi utama, memberikan pemahaman dan pengalaman berorganisasi serta membekali anggotanya dengan kemampuan berbahasa Inggris.

“Pembelajaran bahasa Inggris di UEF bukan tiba-tiba muncul, ini sudah merupakan misi organisasi dari awal berdirinya, kebenarannya juga senior-senior kami yang mendirikan UEF kebanyakan mahasiswa jurusan bahasa Inggris” ungkapnya dengan penuh semangat.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab menurunnya minat mahasiswa berorganisasi, ada yang terkait faktor internal adapula yang terkait faktor eksternal.

“Penyebabnya beragam, dari sisi internal karena organisasi kurang kreatif merumuskan metode perekrutan anggota, dari sisi eksternal berkaitan dengan mental mahasiswa sekarang, banyak dari mereka yang lebih senang aktivitas Hedon (hura-hura), kampus juga terkadang menerapkan aturan yang justru menghambat mahasiswa untuk berorganisasi, kompleks deh pokoknya” tuturnya.

Dengan berbagai macam hambatan yang ada, ia beserta tim pengurusnya di UEF mengaku tertantang untuk lebih berinovasi.

“Ini tantangan, dan kami terima tantangan itu, setiap masa pasti punya tantangan tersendiri, hambatan yang dihadapi para senior kami terdahulu pasti berbeda dengan kami, ini zaman kami, jadi kami akan buktikan kalau kami bisa” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *