oleh

Hoax Politik Mengganggu Keamanan Negara

Gowa, TribunAsia.com – Hoax yang disebar dalam dunia politik dinilai berpotensi mengancam keamanan negara, hal ini disampaikan Andi Mariattang Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PPP saat menjadi pembicara kuliah umum yang digelar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Rabu (7/11). Kuliah umum merupakan rangkaian dari Milad UIN Alauddin Ke-53. Hoax yang melampaui batas dalam politik berpotensi memicu perpecahan antara sesama anak bangsa, rakyat gampang dibenturkan hanya karena isu hoax.

“Terkait dinamika politik pada pesta demokrasi 2019. Keberadaan juru bicara atau komunikator politik sangat menentukan keberhasilan. Saat ini kita dengan mudah membaca atau dengar terkait berita hoax, baik itu terkait masalah partai politik tertentu atau individu yang ikut bertarung. Hal ini, bukan saja merugikan partai politik atau individu namun juga mengganggu ketenteraman dan keamanan negara,” Jelas Marry di sela kuliah umum dengan tema Perkembangan Komunikasi Politik di Indonesia Dewasa Ini, Rabu (7/11).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Marry menilai, kemajuan teknologi komunikasi saat ini, di satu sisi menggembirakan karena memudahkan kita dalam berkomunikasi, namun di lain sisi, perubahan media komunikasi ikut mengubah cara berkomunikasi, cara bersikap, cara bertutur dan cara masyarakat membangun komunikasi antar anggota masyarakat lainnya.

“Perubahan media komunikasi  turut mengubah cara berkomunikasi,  bertutur, bersikap, dan cara masyarakat membangun komunikasi antar anggota masyarakat lainnya” imbuhnya.

Kesuksesan pemilu 2019, sangat ditentukan sejauh mana kontribusi akademisi dan mahasiswa untuk dapat membangun edukasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan teknologi digital sebagai alat komunikasi.

“Akademisi dan kaum muda terkhusus mahasiswa perlu berperan aktif memberikan pendidikan kepada masyarakat bagaimana menggunakan teknologi digital untuk komunikasi yang sehat” pungkasnya.

Dengan dilakukannya pendidikan berkelanjutan kepada warga, diharapkan akan menciptakan komunitas masyarakat yang menjunjung tinggi kode etik dalam memanfaatkan teknologi digital. Jika hal ini berhasil maka sesungguhnya kita sudah mampu menjadi aktor komunikasi politik.

“Jika kita berhasil, sesungguhnya kita sudah berhasil menjadi aktor komunikasi politik” terangnya.

Kuliah umum yang bertempat di Ruangan LT Fakultas Dakwah dan Komunikasi, dihadiri oleh para mahasiswa dan dosen di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, turut hadir pula dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Abdul Rasyid Masri. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *