oleh

Bamus Tangsel : Satu Dekade Tangsel Tidak Semanis Janji Kampanye Walikota dan Wakil Walikotanya

Tangsel, TribunAsia.com ­- Satu dekade usia kota Tangerang Selatan, pertumbuhan perekonomian dan geliat pembangunan dianggap belum milik masyarakat tangsel seutuhnya. Hal tersebut diperparah dengan survey politik yang dilakukan badan musyawarah Kota Tangerang Selatan selain risetnya menyebutkan jumlah pengangguran dan kemiskinan bertambah 3% ditambah pendidikan dan kesehatan gratis yang dieluh-eluhkan hanya gaung pidato politik saja.

Badan Musyawarah yang sejak 4 tahun lalu mengkritisi pemerintahan Airin-Benyamien menganggap janji kampanye dan program politiknya hanya applus berandai andai. Kata Julham Ketua Bamus Tangsel, “10 tahun Tangsel sudah berdiri janji-janji walikota secara visi misi tidak keseluruhan bisa dinikmati oleh masyarakat Tangerang Selatan.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Persoalan klasik lainnya masalah sampah yang tidak pernah teratasi selama 10 tahun, termasuk pengangguran dan anak-anak putus sekolah tidak teratasi dengan baik akibat adanya sentimen kebijakan yang tidak pro masyarakat kecil.

Tandasnya lagi, ” Investasi berkembang tapi buat siapa? Hasilnya tidak teratur dengan baik bukan untuk yang berhak merasakannya hanya untuk kepentingan bisnisnya”.

Jika menilai banyaknya investasi sudah sangat bagus instrumentnya, namun pertanyaannya investasi yang ada apakah sudah dinikmati oleh orang Tangsel secara utuh kemudian bisa menyerap tenaga kerja secara baik. infrastruktur yang dibangun itu 80% dikerjakan oleh pengusaha besar untuk kebutuhan bisnisnya bukan untuk kepentingan publik Tangsel akibatnya banyak terabaikan.

“Menjelang politik 2019 walikota dan wakilnya sudah tidak fokus dengan jabatan sebagai kepala daerah tapi fokus dengan politiknya masing masing, janji manis selama 2 periode pun hanya berakhir mimpi bagi warga Tangsel” tegas Julham.

Tangsel masyarakatnya sangat heterogen dengan berbagai suku etnik dan ras, mestinya harus bisa take and give bagi warga dari pemkot atau sebaliknya. Soal sampah, macet, kegelisahan administrasi baik itu kependudukan, sekolah, hingga masalah sertifikat tanah masih dirasakan tebang pilih dan hanya buat kelompoknya saja. alhasil, dilematis pemerintahan yang sebagian orang anggap berhasil faktanya belum ada yang berhasil

“Banyak kearifan lokal dan usaha lokal yang kental dengan seni dan budaya orang Tangsel sudah luntur akibat modernisasi geliatnya properti yang pesat meningkat” ujar Julham.

Kalau boleh dibilang bukan keuntungan bagi warga Tangsel selama periode pemerintahan Airin – Benyamien Davnie tetapi kepentingan berdasarkan kebijakan politik akibatnya menguntungkan satu kelompok saja dan bukan untuk seluruh warga Tangsel.

Tidak benar juga bila program dan janji-janji manis kampanye terealisasi selama satu dekade, yang ada malah muncul aksi demo warga atas kebijakan yang tidak pernah memihak kepada kepentingan publik hanya mengutamakan kepentingan segelintir masyarakat dan kelompoknya saja.

Seluruh aspek bidang pemerintahan masih banyak tebang pilih dan itu pun berdasarkan kepuasan konstituen walikota dan wakilnya” tukas Julham.

Jadi temanya 10 tahun ini mau mengangkat keberhasilan apa ? Jelas Julham. Tambahnya lagi ,”Budaya secara tradisi, secara massa yang merata belum terlihat. Tangsel kehilangan marwah aslinya dari para warga cipasera yang sebelumnya menuntut pisah dari Kabupaten Tangerang.

“Tangsel sudah tidak mempunyai icon khasnya dan yang jelas Tangsel 10 tahun tidak semanis janji janji kampanye politiknya walikota dan wakil walikota terpilih.

Namun bagaimana pun sebagai warga asli Tangsel dirinya berterima kasih kepada walikota, wakil serta jajarannya yang pernah membangun Tangsel 10 tahun kedepan ini.

“Terimakasih sudah menata dan pernah membangun Tangsel, semoga walikota yang akan datang bisa meneruskan program yang sudah berjalan kemudian menutup kekurangan dari pemerintahan Airin-Benyamien dan selamat ulang tahun kotaku tanah kelahiranku,” tutup Julham.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *