oleh

Almarhum Dokter Fajar, Korban Celaka Pesawat Jatuh Tiba di Rumah Duka

Depok, TribunAsia.com – Tak terkira duka kepalang Hilda Aprillia menerima kepulangan suaminya Ibnu Fajar Ryadi (33) di dalam peti jenazah di rumah duka di Jalan Gama Setia, Komplek Pelni, Blok C1, No. 5, RT 4, RW 7, Baktijaya, Sukmajaya Kota Depok, Rabu (7/11/2108).

Fajar yang seorang dokter spesialis penyakit dalam ini ialah seorang diantara korban kecelakaan pesawat Boing 737 PK-LQP JT-610, maskapai Lion Air di perairan laut Karawang, Jawa Barat.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Mobil ambulan RS Polri Dr RM Soekanto, Jakarta Timur membawa pulang jasad Fajar dalam peti kayu berwarna coklat yang tertutup rapat. Ketika diangkat oleh sejumlah warga, tampak ringan saja.

Hilda Aprillia yang juga seorang dokter yang bertugas di RSUD Pasar Rebok, Jakarta Timur, di dalam rumah tampak sedih sembari memeluk anak kecil sulungnya, dan menyusui bayi mareka. Tiada kata yang terlontar dari bibirnya bergetak menahan lutupan tangis kesedihan.

Pantauan, tampak ramai keluarga dan handak taulan melayat kedukaan ini.

“Almarhum dan istrinya adalah warga kami yang kami cintai. Mareka menjalin silaturrahim sesama warga di sini. Kami kehilangan, semoga arwahnya dalam kasih-sayang Allah,” sebut Makmur, seorang warga Komplek Pelni di rumah duka.

Sebutnya, baru saja, Dokter Fajar yang sebelumnya berdinas RS Dharmais, baru saja berdinas di RS Koba Bangka Tengah, Bangka-Belitung. Di hari peristiwa, adalah hari keberangkatannya ke tempat kerja. Sedangkan istrinya, tinggal bertugas di RSUD Pasar Rebo.

Hasil sidang rekonsiliasi pada hari Selasa tanggal 6 November pukul 17.30 WIB di RS Bhayangkara RS Soekanto, ada 17 body part yang dinyatakan teridentifikasi.

Sebanyak 17 jenazah penumpang Lion Air PK-LQP telah diidentifikasi lagi maka total jenazah yang telah diidentifikasi menjadi 44 orang

Diantaranya ialah dr. Ibnu Fajar Riyadi. Soeorang warga Kota Depok lainnya ialah Mahheru warga Jalan Perintis RT03/RW03 Kalimulya, Cilodong. (Hendrik Raseukiy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *