oleh

Sidang Pelajar Tawuran di Skor, Hakim dan Kuasa Hukum Berdebat Mempertahankan Pendapat di PN Jaktim

Jakarta, TribunAsia.com – Sidang pelajar tawuran sempat di skor karena Majelis Hakim dan Kuasa Hukum Terdakwa Rais berdebat sengit diruang sidang PN Jaktim. Menurut Bahder Johan, SH disela-sela skor dirinya hanya menjadi tim kuasa hukum dan menyampaikan selama proses hukum dalam persidangan telah melengkapi berkas berita acara sumpah.

Ia turut menyampaikan, telah melampirkan surat kuasa akan tetapi keributan saling mempertahankan pendapat di ruang sidang tidak terelakkan dan menilai sebagai peradilan sesat.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Ini disini ada surat kuasa. Kami disini sangat menghormati majelis hakim. Pada prinsipnya kami mengikuti perintah majelis dan kami telah menunjukkan BAS kami, apabila majelis hakim berpendapat lain ya silahkan,” jelas Bahder Johan didampingi Valdo, SH Senin (5/11/2018).

Kemudian, tim penasehat hukum dari Advokad Indonesia merasa keberatan atas pemeriksaan Terdakwa tanpa didampingi kuasa hukum dan meminta surat penetapan bila ditolak menjadi pendamping hukum dalam proses persidangan.

“Tolong buatkan surat penetapan, kami keberatan periksaan terdakwa tanpa kuasa hukum,” tegas Bahder Johan.

“Saudara saksi saudara diminta sumpah bila bohong saudara saksi kena sanksi,” imbuh Bahder Johan kepada saksi-saksi.

Perlu diketahui, kegaduhan di ruang Soerjadi mengundang perhatian pengunjung sidang yang tengah berada di pelataran pengadilan karena suara antara Majelis Hakim dan Kuasa Hukum Hukum bernada tinggi.

Selain itu, Ketua Majelis Hakim menyampaikan dalam persidangan, bahwa masa lalunya pernah menjadi seorang pengacara dan tidak peduli karena Penasehat Hukum Terdakwa Rais tidak membawa kartu Peradi.

“Karena saya 5 tahun pengacara jadi saya nggak peduli jadi penutup umum dia nggak bawa kartu Peradinya,” tandas Limbong, SH.

Penangkapan pelajar tawuran terjadi pada tanggal 9 Agustus 2018 di bilangan Klender, Jaktim. Saksi mengatakan, pelajar di DKI Jakarta kerap melakukan aksi tawuran pada hari Kamis dirinya telah memantau melalui informasi di sosial media.

Saat itu, saksi-saksi yang dihadirkan dari anggota Polres Jaktim yang menangkap Terdakwa Rais ketika hendak tawuran dan menyita satu pucuk senjata tajam berupa Celurit.

“Jadi setiap hari Kamis itulah hari tawuran se-DKI Jakarta pada  saat kita melakukan patroli. Kita lihat di sosmed pada Kamis melakukan tawuran pelajar disebut tes jalu. Kita pantau pelajar-pelajar tidak pada tempatnya. Sebelumnya sebelum Rais, kita tangkap kita tangkap juga pelajaran lain jembatan Klender,” papar saksi Monang dengan seragam Polri.

Disisi lain, penuntut umum mempertanyakan saksi perihal senjata tajam yang disita dari tas pelajar yang akan melakukan tawuran ketika saksi sedang patroli.

“Saudara saksi yang menguasai siapa. Apa dia punya pekerjaan lain,” tanya Prayudi JPU dari Kejari Jaktim.

“Semua kita bawa ke Polres Jaktim, semua penyelidikan kita serahkan,” kata saksi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *