oleh

Khasiat Rajin Berdzikir kepada Allah

TribunAsia.com 

Sebagai Manusia kita tidak pernah luput dari kesalahan, baik itu dosa kecil maupun dosa yang besar. Mungkin jika dihitang dosa kita bagai debu yang mustahil untuk dihitung, melimpah ruah dan jelas akan terus bertambah sepanjang hayat di badan. Dengan bertaubat nasuha insyaalah Allah akan memaafkan dan menghapus dosa kita.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Bertaubat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya dengan berdzikir kepada Allah. Dzikir berasal dari kata Arab yang berarti mengingat. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 152: “Karena itu, Ingatlah kamu kepada-KU niscaya aku ingat kepadamu, dan bersyukurlah kepad-Ku, dan janganlah kau mengingkari (nikmat)-Ku.”

Jika kamu sering berdzikir, inilah 5 maanfaat yang akan kamu rasakan jika dikerjakan dengan istiqamah.

 

1. Dipermudah dalam Mendapatkan Rezeki

Selain ibadah 5 waktu yang harus kita lakukan, berdzikir juga bisa mempermudah kita dalam mendapat rezeki. Sebagaima firman Allah QS Al-Jumu’ah ayat 10: “Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

Sepenggalan ayat tadi menjelaskan bahwa, jika kamu hendak berdzikir setelah shalat fardhu atau sunnah, dan dilakukan dengan istiqomah insyallah Allah akan mempermudah segala urusanmu.

 

2. Mengatasi Problem Psikologi

Untuk mengurangi stress, Allah telah memerintahkan kita untuk mengingatnya melalui dzikir. Karena dengan berdzikir hati kita akan tentram.Bila hati kita sedang gundah, ada problem dengan pemerjaan dikantor, atau melakukn sesuatu dengan hasil yang tidak kita harapkan.

Perintah Allah tersebut dalam QS Ar-Rad ayat 28 dijelaskan: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.”

Di sinilah pentingnya berdzikir agar manusia mengetahui dan mengenal jati dirinya dan Tuhannya. Sebagaimana kita ketahui, dzikir pada prinsipnya adalah memusatkan pikiran dan perasaan kepada Allah Swt, dengan cara menyebut nama-Nya secara berulang-ulang.

 

3. Menjauhkan dari Siksa Api Neraka

Sebuah watak manusia ingta kepada Allah ketika susah dan melupakan-Nya ketika dalam keadaan senang. Dengan berdzikir membuat manusia ingat kepada Allah.

Karena itu, manusia akan slalu ingat dengan apa yang telah Allah larang, sehingga kita tidak akan melakukan dosa tersebut. Hal ini menjadi ujian untuk setiap orang yang berusa agar tidak melakukan dosa baik itu kecil ataupun besar. Dengan mengingat Allah kita tidak akan terjerumus dari api neraka tempat yang paling hina.

 

4. Terhindar dari Gangguan Jin

Iblis ataupun Jin yang dilaknat oleh Allah tidak menyukai orang-orang yang beriman kepada Allah. Dengan sesering mungkin kita berdzikir iman kita semakin bertambah kepada Allah, jin ataupun setan akan enggan untuk mendekati kita. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Imran ayat 176: “Sesungguhnya mereka adalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang beriman.”

 

  1. Kebahagiaan Setelah Kematian

Ketika seorang muslim meninggal dunia, maka harta, istri, anak, dan kekuasaan akan meninggalkannya. Tidak ada lagi ang akan tinggal bersamanya selain amal dan ibadah. Saat itulah, amalan dzikir akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi dirinya setelah kematian menjemput.

Imam Ghazali memberikan ilustrasi menarik akan hal ini. “Ada orang bertanya, ‘Ia sudah lenyap, lalu bagaimana perbuatan dzikir kepada Allah masih tetap kekal bersamanya?” Imam Ghazali pun menjelaskan: “Sebenarnya ia tidak benar-benar lenyap, yang juga melenyapkan amalan dzikir. Ia hanya lenyap dari dunia dan alam syahadah, bukan dari alam malakut.”

Hal ini tertera dalam Al-quran Surah Ali Imran ayat 169-170. Sungguh luar biasa amalan amalan dzikir. Sesibuk apapun kita didunia jangan sampai berpaling dan lupa terhadap kewajiban kita. Sesungguhnya Allah Maha Mengetshui.

Peristiwa seperti ini sesungguhnya juga telah terjadi dalam sirah Nabi ﷺ, Bagaimana Masjid Dhirar dihancurkan dan dibakar oleh Rasulullah ﷺ kerana Baginda ﷺ tahu bahawa ternyata masjid tersebut dibuat oleh kaum Munafiq untuk bertujuan bertujuan berupaya memecah belahkan kesatuan umat Islam.

Rasulullah ﷺ sendiri menghancurkan sebuah Masjid yang dibangunkan atas tujuan memecah belahkan kesatuan Ummat Islam. Rasulullah ﷺ membakar Masjid itu bukan semata – mata kerana orang Munafiq yang membinanya , Sebab orang Munafiq yang ada di Madinah itu menempati “Harbi Fi Zimmati Ta’min” yakni mereka di amankan oleh Islam kerana zahir lidah mereka mengucap 2 kalimah Syahadah padahal di batin hati mereka KUFUR , akan tetapi Rasulullah ﷺ membakar Masjid Dhirar itu kerana Masjid itu bakal memecah belahkan kesatuan dan Persatuan Ummat . Allah berfirman:

 

‎وَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَّكُفْرًا وَّتَفْرِيْقًۢا بَيْنَ  الْمُؤْمِنِيْنَ وَاِرْصَادًا لِّمَنْ حَارَبَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ مِنْ قَبْلُ ۗ  وَلَيَحْلِفُنَّ اِنْ اَرَدْنَاۤ اِلَّا الْحُسْنٰى ۗ  وَاللّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّهُمْ  لَـكٰذِبُوْنَ. (التوبة:١٠٧)

Ertinya: “Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran, dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, Kami hanya menghendaki kebaikan. Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya).” (At Taubah:107)

Jadi hakikatnya Rasulullah ﷺ bukan membakar Masjid, melainkan membakar tujuan jahat yang tersembunyi di sebalik pembangunan Masjid itu.

 

Al- Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam Kitab Al-Hawi Lil Fatawi :

‎قَالَ عُلَمَاؤُنَا: وَإِذَا كَانَ الْمَسْجِدُ الَّذِيْ يُتَّخَذُ لِلْعِبَادَةِ وَحَضَّ الشَّرْعُ عَلَى بِنَائِهِ يُهْدَمُ وَيُنْزَعُ إِذَا كَانَ فِيْهِ ضَرَرٌ فَمَا ظَنُّكَ بِسِوَاهُ ؟ بَلْ هُوَ أَحْرَى أَنْ يُزَالَ وَيُهْدَمَ، هَذَا كُلُّهُ كَلَامُ الْقُرْ

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *