oleh

Akibat Tawuran, Orang Tua Siswa SMK 7 Grafika Dipaksa Mengundurkan Diri dari Sekolah

Jakarta, TribunAsia.com – Nurhasanah orang tua Muhammad Rais Subairi alias Rais mengeluhkan, dirinya dipaksa pihak sekolah untuk menandatangani pengunduran diri dari SMK 7 Rawamangun Jakarta Timur dikarenakan putranya terlibat tauran pada 9 Agustus 2018.

Saat ini, Muhammad Rais Subairi tengah berhadapan dengan proses hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dan menjadi terdakwa atas kepemilikan senjata tajam berupa celurit.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Saya nggak bisa baca, coba bapak baca saya disuruh mengundurkan diri dari sekolah SMK 7 Grafika Rawamangun sama sekolah. Anak saya pulang sekolah kena razia,” ujar orang tua terdakwa Rais dipekarangan pengadilan.

Akan tetapi, Nurhasanah menyampaikan, putranya tidak melakukan tawuran dan tidak memiliki senjata tajam yang diperlihatkan diruang sidang. Ia pun menyangkal barang bukti senjata tajam yang terdapat didalam tas tersebut bukan milik anaknya namun demikian milik rekan anaknya.

“Itu tas bukan punya anak saya itu tas temannya,” ucapnya.

Dari surat pernyataan pengunduran diri diketahui, Muhammad Rais Subairi terdaftar dengan NIS 167171 di SMK 7 Jakarta dengan jurusan keahlian Produksi Grafika.

Baca Juga : Sidang Pelajar Tawuran di Skor, Hakim dan Kuasa Hukum Berdebat Mempertahankan Pendapat di PN Jaktim

Dalam persidangan, sempat diputar video rekaman aksi tawuran yang diunggah di sosial media. Untuk itu, Penasehat Hukum menjelaskan dalam persidangan melalui video yang diterimanya melalui Instagram terdapat beberapa kejanggalan dan rekaman tersebut telah disampaikan kepada Majelis Hakim.

Diharapkan, video yang telah di copy itu dapat menjelaskan dimuka persidangan tentang peristiwa aksi tawuran yang melibatkan pelajar SMK 7 Rawamangun, Jakarta Timur.

“Video dari Instagram,” kata Bahder Johan, SH dan Valdo, SH selaku Penasehat Hukum.

Adapun surat pernyataan pengunduran diri yang telah ditanda tangani oleh Nurhasanah selaku Ibu Terdakwa Muhammad Rais Subairi dalam kasus tawuran antar pelajar.

“Dengan ini saya bermaksud mengajukan pengunduran diri anak saya tersebut dari Sekolah SMK Negeri 7 Jakarta setelah pengunduran diri ini saya buat maka, anak saya tidak sekolah lagi dan tidak mempunyai hak lagi sebagai peserta didik di SMK 7 Jakarta. Demikian surat pengunduran diri ini saya buat dengan penuh kesadaran dan tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun. Jakarta 27 Agustus 2018,” isi petikan pengunduran diri yang diberikan oleh orang tua siswa. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *