oleh

Bertarung di Pileg, Politisi Muda PBB Angkat Isu Perlindungan Perempuan dan Peningkatan UMKM

Makassar, TribunAsia.com – Politisi perempuan muda asal Partai Bulan Bintang, Sri Devianti, mengangkat dua isu utama sebagai bahan kampanye pencalegannya, dua isu tersebut adalah perempuan dan anak serta peningkatan UMKM. Devi sapaan akrabnya mengaku punya pertimbangan sendiri sehingga menjadikan dua isu tersebut sebagai bahan kampanye guna meraih kursi DPRD Kota Makassar.

Devi yang di partainya mendapat nomor urut 9 untuk daerah pemilihan Biringkanaya dan Tamalanrea, menyampaikan bahwa sebelumnya tim kampanye yang ia bentuk telah turun ke lapangan, mereka mendokumentasikan fakta yang masuk kategori kebutuhan masyarakat, dari hasil turun lapangan tersebut tercetuslah dua isu utama.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Jauh sebelumnya tim kami sudah turun lapangan, mereka merekam dengan teliti masalah yang berkembang di masyarakat, dari hasil pemetaan perlindungan perempuan dan anak serta peningkatan UMKM merupakan masalah yang harus segera direspon” ucapnya kepada Tribun Asia.com, Senin (5/11).

Lebih lanjut pihaknya membeberkan perlindungan perempuan dan anak akan fokus pada peningkatan kesejahteraan dan hak kaum perempuan, juga memastikan kelompok anak di kota Makassar yang selama ini terabaikan mendapat perhatian serius, misallnya anak yang jadi pemulung atau yang terlibat dalam kelompok punk.

“Untuk perempuan kami fokus memastikan kesejahteraan dan hak mereka terpenuhi, anak dan perempuan juga rentan menjadi sasaran kekerasan” tambah Devi.

Sedangkan terkait peningkatan UMKM, nantinya akan dilakukan upaya bersama agar kegiatan UMKM tumbuh subur di kalangan perempuan, hal ini dimaksudkan agar kaum perempuan tidak banyak menganggur.

“Peningkatan UMKM sasarannya lebih banyak kepada ibu-ibu, kaum ibu di Makassar, terkhusus di dapil saya, perlu direkayasa agar akarab dengan usaha UMKM, akses akan berupaya kita buka, misalnya permodalan dan hal lain yang juga dibutuhkan” terangnya.

Meskipun memiliki dua isu utama, akan tetapi dalam praktik kampanye, Devi bersama timnya juga menyesuaikan bahan perbincangan dengan kondisi lingkungan warga saat mereka masuk ke lingkungan yang berbeda-beda.

“Kalau sosialisasi tetap disesuaikan dengan kenyataan di lingkungan warga, misalnya kalau saya masuk ke lingkungan nelayan tentu saya bersama tim akan lebih banyak berbicara tentang masalah nelayan, jadi situasional” pungkasnya.

Saat ditanya terkait kesiapan menjalankan aturan KPU selama kampanye, perempuan ini menegaskan dirinya akan berkampanye sesuai aturan, ia juga sudah menghimbau kepada timnya untuk melakukan hal serupa.

“Pemilu ini bagian dari demokrasi yang harus kita jaga marwahnya, salah satunya dengan menaati aturan main, saya juga sudah instruksikan kepada tim untuk melakukan hal yang sama” tegasnya. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *