oleh

Jamaluddin AS : Indonesia Bisa Kembalikan Ketahanan Pangan Seperti Era Pak Harto

Jakarta, TribunAsia.com – Pertumbuhan ekonomi dirasakan hanya bagi kalangan tertentu, faktanya daya beli masyarakat menurun bahkan banyak warga tak bisa membeli beras dan sembako akibat harga terlalu mahal,  ini membuktikan jika ketahanan pangan di negeri sendiri mengalami kemunduran rakyat dibuat susah untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Hal tersebut membuat pensiunan TNI, Jamaludin (64 tahun) pria asli asal Makassar ikut prihatin dengan kondisi stabilitas ekonomi bangsa indonesia

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Di era Pak Harto masalah beras dan sembako sangat membantu warga masyarakat kecil, sebenarnya malah tidak terpengaruh atas kasus krismon, sebab rakyat masih memiliki kemampuan dan daya belinya pun tinggi” tutur Jamaluddin AS kepada TribunAsia.com (2/11) saat di Kantor DPP Partai Berkarya.

“Insya Allah kami optimis Partai Berkarya bisa menang di pemilu 2019 dan kami siap andil memperbaiki perekonomian indonesia melalui parlemen nanti,” tegasnya yang juga calon anggota legilslatif Dapil 1 dengan nomor urut 4 Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Lanjutnya, “Kejayaan itu pasti akan terulang seperti di masa Pak Harto masyarakat adil tentram dan aman”.

Bergabung dirinya sebagai Caleg Partai Berkarya karena masih mengagumi masa pemerintahan yang kuat dan bermartabat,” Indonesia dulu adalah negara yang disegani dan dihormati oleh bangsa asing sebab Indonesia kokoh dan kuat persatuannya,” pungkas Jamaluddin AS yang berharap bisa lolos dan melenggang ke Parlemen Senayan.

Hal senada disampaikan pegiat sosial dan civitas Ormas Piye Kabare Tangsel yang akrab disapa Yongki menurutnya masa pemerintahan Pak Harto jauh lebih baik dari jaman reformasi seperti sekarang ini, semua kebobolan tanpa perhitungan yang menguntungkan bagi rakyat Indonesia sendiri yang ada malah menguntungkan bangsa asing dan aseng.

“3,5 abad dijajah belanda 3,5 tahun dijajah Jepang, Indonesia masih kokoh berdiri namun sejak reformasi pelan-pelan penjajahan sistemik perekonomian Indonesia malah dilakukan oleh bangsa lain selain Belanda dan Jepang yakni RRC, ” tutup Yongki.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *