oleh

Hati-Hati Banyak Polisi Tidur Sepanjang Jalan Raya Cogrek Hingga Ciseeng

Kabupaten Bogor, TribunAsia.com – Bagi pengendara yang akan melintas Jalan Raya Cogrek hingga Jalan Haji Usa, Kecamatan Ciseeng agar berwaspada dan hati-hati, sebab sepanjang jalan tersebut sangat banyak polisi tidur berkejut dan tanggul yang membuat kenyamanan berkendara sangat mengganggu.

Berdasarkan pantauan awak media banyaknya polisi tidur sepanjang jalan dapat dirasakan saat melintas sepanjang Jalan Raya Cogrek hingga Jalan Raya Haji Usa Ciseeng Kabupaten Bogor bahkan tidak sedikit pula banyak warga disekitarnya sering terjatuh juga tertabrak bahkan fatalnya bisa merenggut nyawa si pengendara jika tidak berhati hati.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Seperti pengakuan Yadi Supriyadi (38 tahun) warga Cileuleuy Desa Cibentang merasa kesal bila malam hari melewati jalan raya sepanjang Haji Usa selain gelap tanpa mengetahui tanda adanya jalan berkejut atau polisi tidur disesalkan Pemkab Bogor tutup mata.

“Saya sering kaget saat lagi jalan pelan tiba-tiba motor jalannya seperti dipegunungan karena berkejut dan tanggul yang tidak diberi tanda cat putih”, akunya.

Katanya lagi tidak jarang banyak makan korban akibat polisi tidur dan tanggul.

“Belum lama sebelum depan sekolahan Al Mukhlisin ada anak muda tewas terlindas truk akibat jalan rusak dan adanya polisi tidur yang berkejut akibat motornya terjatuh lalu truk melintas di tubuhnya,” imbuh Yadi.

Hal sama disampaikan Ita (42 tahun) wiraswasta yang setiap pagi melintasi Jalan Raya Cogrek hingga perbatasan Kota Tangerang Selatan. Ia pun mengaku kesal motornya sering rusak.

“Banyaknya polisi tidur di jalan raya, motor saya juga jadi sering rusak, misal kemarin bocor ban besoknya rantainya kendur hingga mesin motor kadang perlu di service, perjalanan yang sangat menjengkelkan bagi para pengendara motor” tegas Ita.

Kedua warga tersebut meminta Pemkab Bogor tidak tutup mata atau pura-pura tuli. Bahkan sebagai warga Kabupaten Bogor, Ia meminta kepada Dinas PU Bogor untuk mengkaji ulang memberikan kenyamanan fasilitas jalan raya yang sudah diperbaiki bahkan di aspal.

“Jika perlu dipasang polisi tidur jangan berkejut seperti itu seolah warga ingin dibuat susah sebab selain jalannya tidak nyaman dipakai, polisi tidurnya juga banyak dan berjarak pendek antara satu dengan lainnya” pungkas Ita.

Sementara ditempat terpisah Rifqi salah satu mahasiswa perguruan tinggi Kota Tangerang Selatan asal Cibogo Cibentang Kabupaten Bogor seringkali dirinya lupa bila jalan yang dilaluinya ada polisi tidurnya.

“Tiap pagi saya pergi ke kampus lewat Jalan Raya Haji Usa hingga Jalan Raya Cogrek sebab saya kuliah di Kota Tangerang Selatan.

“Banyak polisi tidur sering buat saya lupa dan kaget sebab selain buru-buru motor tiap pagi kecepatan motor saya sering lari hingga 80km/jam dan memang sakit sih badan ini jika lewat jalan kejut kejut yang banyak bercecer sepanjang jalan,” ucapnya.

“Untuk Pemkab Bogor tolong dikaji ulang dan analisa kembali sebab selain membuat tidak nyaman bagi pengendara motor banyak juga warga menjadi korban terjatuh akibat polisi tidur dan tanggul bahkan pernah telan korban nyawa,” tutup Rifqi mahasiswa semester 2 kampus swasta di Tangsel.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *