oleh

PWI Mengukuhkan Kepengurusan 2018-2023

Jakarta, TribunAsia.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengukuhkan kepengurusan baru periode 2018-2023. Ada 87 orang yang duduk di Pengurus Pusat PWI untuk lima tahun ke depan.

Duduk sebagai ketua umum adalah Atal S Depari yang terpilih pada Kongres XXIV PWI di The Sunan Hotel, Solo, Sabtu (29/9). Sedangkan sekretaris jenderalnya adalah Mirza Zulhadi.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Pengukuhan dan pelantikan Pengurus Pusat PWI 2018-2023 digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Rabu (31/10). “Kepengurusan ini berdasar keputusan formatur, kecuali saya sebagai ketua umum yang dipilih kongres,” ujar Atal sebelum mengumumkan nama-nama Pengurus Pusat PWI.

Atal sebagai ketua umum PWI juga memimpin formatur. Sedangkan anggota formaturnya adalah Margiono dan Ilham Bintang.

Selanjutnya, Margiono memimpin Dewan Penasihat PWI 2018-2023. Adapun Ilham menjadi ketua Dewan Kehormatan PWI 2018-2023.

Atal mengharapkan kepengurusan PWI untuk lima tahun ke depan bisa penuh gereget tanpa harus meninggalkan capaian pengurus sebelumnya di bawah kepemimpinan Margiono. “Kita akan mewarisi dan meneruskan tradisi (kepengurusan sebelumnya, red),” kata Atal.

Wartawan senior itu juga mengharapkan masukan dari Dewan Penasihat PWI. “Kami mohon nasihatnya, kalau tidak kesasar nanti,” katanya.

Dia meyakini kekompakan pengurus PWI akan membawa kemajuan. “Bersama kita bisa, bersinergi kita kuat,” tegasnya.

Sedangkan Margiono pada kesempatan sama mengatakan, ada banyak pengurus di PWI. Namun, katanya, hanya empat posisi yang punya kewenangan, yakni ketua umum, sekjen, serta ketua dan sekretarus dewan kehormatan.

“Selain empat itu punya tugas dan pekerjaan, tapi tak punya kewenangan,” kelakarnya disambut tawa para pengurus PWI.

Bos Rakyat Merdeka itu menambahkan, kepengurusan PWI 2018-2023 memang masih didominasi wajah lama. Namun, Margiono juga melihat munculnya wajah-wajah baru.

Dia meyakini munculnya wajah-wajah baru di Pengurus Pusat PWI 2018-2023 akan memberikan warna lain. “Salah satunya Mas Helmi Yahya (direktur televisi dan radio PWI, red),” sebut Margiono. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *