oleh

Kasus Pembunuhan di Cawang, JPU Bacakan Tuntutan Hukuman 15 Tahun kepada Terdakwa Paulus

Jakarta, TribunAsia.com – JPU bacakan tuntutan dan ancaman hukuman 15 tahun penjara kepada Terdakwa Paulus alias Paul terkait penemuan mayat di sekitar Kampus UKI di Cawang Jakarta Timur. Perlu diketahui, dalam persidangan lalu pertanyaan mengenai perilaku penyimpangan seksual homo dan gay mewarnai ruang sidang dihadapan saksi-saksi.

Saat pembacaan berkas diruang sidang, pada Kamis 1 November 2018 penuntut umum menyebutkan terdakwa yang ditangkap di Cikarang, Bekasi Jawa Barat dijatuhi hukuman selama 15 tahun penjara karena telah terbukti melakukan pembunuhan.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“RT 7 RW 6 Cawang Jakarta Timur menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama 15 tahun,” kata Didit Koko dalam petikan pembacaan di ruang sidang.

Namun, penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur sempat mengatakan dalam persidangan yang akan dilanjutkan pekan depan tentang perilaku terdakwa dalam persidangan dinilai baik. Kemudian, keterangan saksi-saksi yang meringankan menjadi bagian dari pertimbangan JPU.

“Keterangan saksi yang meringankan terdakwa bersikap baik kepada siapa saja,” ujar Didit Koko.

Selain itu, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Tarigan Muda Limbong, SH dengan didampingi Hakim Anggota Kadwanto, SH dan Titolan Nainggolan, SH turut menyampaikan kepada terdakwa apa yang telah didengar bersama tentang pembacaan tuntutan kepada terdakwa Paul.

“Sudah didengar berapa tuntutan,” tanya majelis hakim kepada terdakwa Paul.

“15 tahun,” jawab terdakwa.

Maka dengan itu, Majelis Hakim PN Jaktim mempertanyakan kembali kepada terdakwa untuk langkah hukum berikutnya. Akan tetapi, terdakwa menentukan sikap dengan Penasehat Hukumnya untuk berkonsultasi tentang tuntutan yang dibacakan oleh JPU.

“Atau bagaimana terdakwa apakah mau menyerahkan kepada penasehat hukum atau mau konsultasi dulu,” tandas Limbong.

“Bagaimana, semua diserahkan ke kuasa hukum,” tanya majelis hakim lagi.

Sambung Majelis Hakim, terdakwa diharapkan mendekatkan diri dengan perbanyak berdoa dan untuk kesempatan agenda sidang berikutnya, Pleidoi akan disampaikan oleh Penasehat Hukum terdakwa.

“Demikian ya saudara terdakwa. Kamu banyak berdoa ya di sana dan mendengar pleidoi kuasa hukum nanti, sidang ditunda,” ucap majelis hakim. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *