oleh

Tagih Janji Jokowi, Guru Honorer K2 Tidur di Depan Istana Merdeka

Jakarta, TribunAsia.com – Massa honorer K2 kukuh ingin bertemu Presiden Joko Widodo. Bahkan mereka rela bertahan tidur di depan Istana Merdeka, Jakarta, setelah gagal bertemu Presiden Jokowi pada Selasa (30/10) sore.

Ketum FHK2I (Forum Honorer K2 Indonesia) Titi Purwaningsih saat ditemui JPNN di sela-sela aksi, Selasa (30/10) mengatakan tujuan bertemu Presiden Jokowi itu cuman satu saja.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Agendanya tetap satu. Kami ingin ditemui presiden agar segera mengeluarkan kebijakan yang berkeadilan untuk mengangkat honorer K2 menjadi PNS. Itu saja agendanya,” ucap Titi yang sempat diajak masuk ke Kompleks Istana Negara Selasa sore.

Titi yang merupakan guru honorer di sebuah sekolah dasar di Banjarnegara itu mengatakan bahwa mereka tidak mau pembatasan usia honorer K2 untuk bisa menjadi PNS.

“Contoh, kami ingin Permen 36-37 yang dikeluarkan kemarin tentang rekrutmen CPNS berbataskan usia dan instansi atau dengan batasan ijazah diberlakukan ke kami,” tegasnya.

Padahal, lanjut Titi, honorer K2 terdiri dari usia di bawah 35, usia di atas 35, menyebar ke berbagai instansi baik pendidikan, kesehatan, dan teknis lainnya.

“Ini kami harapkan kebijakan berkeadilan tanpa batasan usia dan instansi agar kita semua diangkat PNS dengan cara pemberian formula khusus untuk pemberian penghargaan atas pengabdian. Kan kami bukan dari kemarin sore, dari 15 sampai 35 tahun. Ini yang kami tuntut,” tutur perempuan berhijab ini.

Selain itu, FHK2I melihat ada dasar hukum yang dilanggar pemerintah. Sebab, mereka menjadi honorer ada aturannya. Di mana pengangkatan mereka seharusnya sudah tuntas pada 2010, akan tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan.

“Ini yang akan kami tanyakan dan ada janji pemerintah untuk menyelesaikan status kami. Mana janjinya ini?” kata Titi. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *