oleh

Sidang Narkotika 500 Butir Pil Ekstasi dari Belanda Ditunda, Hakim : Data Tidak Sinkron

Jakarta, TribunAsia.com – Dinilai tidak sinkron barang bukti narkotika yang ditunjukkan didalam persidangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menunda sidang. Dalam persidangan M Sirad, SH.,MH selaku pimpinan dengan didampingi Hakim anggota RR Endah, SH dan Ida Ayu Puspa, SH menolak untuk dilanjut pekan dan menyampaikan diruang sidang ada beberapa data kelengkapan berkas yang tidak terpenuhi

“Data tidak sinkron sidang ditunda,” singkat majelis hakim.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Saat itu, sidang dihadiri jaksa pengganti oleh Teguh, SH. Namun demikian, kedua terdakwa yang dihadirkan diruang sidang Ali Said mengatakan dan mempertanyakan perihal barang bukti yang tidak jelas keberadaannya hingga masuk persidangan.

“Iya hingga saat ini saya belum lihat barang buktinya,” kata terdakwa berjumlah dua orang.

Kemudian, ketika ditemui jaksa penuntut umum (JPU) yang menangani perkara tersebut menjelaskan, perihal kasus narkotika dengan jumlah barang bukti sebanyak 500 butir pil ekstasi dari Belanda.

“Barang bukti diperkarakan ini nihil barang bukti. Pertama yang ditangkap barang bukti ini adalah 500 butir pil ekstasi dari Belanda,” ujar Fahmi kepada TribunAsia.com, Rabu (31/10/2018).

Menurut dia, kasus kepemilikan ekstasi dari Belanda dilakukan secara split dan barang buktinya telah dimusnahkan. Perlu diketahui, Terdakwa James Bintang Siagian dan Deni Suryana alias Acong menguasai 500 butir pil ekstasi dari Belanda.

“Perkara ini split banyak yang ditangkap dismbil dari Amri. Barang bukti didah dimusnahkan jadi dobel dong,” tandas Fahmi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *