oleh

Saksi-Saksi Beri Keterangan Terkait Pembobolan Apartemen di Perintis Kemerdekaan

Jakarta, TribunAsia.com – Saksi-saksi berikan keterangan diruang PN Jaktim terkait kebobolan Apartemen di Jalan Perintis Kemerdekaan Jakarta Timur.

Dalam kesempatan itu, Rosmalia Sinaga, SH selaku penuntut umum mempertanyakan saksi Serli dan Sulistiani yang sebelumnya telah diperiksa di Polda Metro Jaya.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Saudara tinggal dimana saudara pernah dimintai keterangan di Polda,” tanya JPU Rosmalia, Senin (30/10/2018).

Akan tetapi, saksi Sulistiani berikan penjelasan tentang kerusakan dan kerugian yang dialami di Apartemen akibat pencurian. Ia pun turut serta merinci barang-barang yang digasak terdakwa Nafirman kepada Majelis Hakim ketika kejadian.

“Saya pengen balik ke apartemen pengen masuk. Saya ditelpon Pak Deni membantu saya (di lokasi) polisi udah pada datang apatemen sudah dibobol dan pembantu bingung,” jelas saksi Sulistiani.

“Jam tangan kalo nggak salah 3 sampai 4 (buah) gitu, handphone 2, kamera Canon. Hardisk, Ada jam G-Shock dan Guest,” tambah saksi.

Selain itu, saksi Serli sempat mendengar suara dari lokasi kejadian Apartemen yang tak jauh dari upaya pembobolan pelaku pencurian. Menurut saksi, kebisingan suara yang ditimbulkan diduga dari penghuni yang tengah emosi.

“Saya dengar gebrakan pintu saya pikir ada yang lagi marah-marah,” ujar saksi Serli.

Kemudian, Ketua Majelis Hakim RR Endah, SH melepaskan pertanyaan perihal kerusakan yang terjadi di Apartemen kepada saksi-saksi yang duduk sejajar diruang sidang.

“Rusak dijebol gitu. Saya tidak tau yang lapor siapa, mungkin yang lapor menantu saya Pak Deni,” terang Suryani.

Untuk selanjutnya, Majelis Hakim yang dipimpin oleh RR Endah, SH dengan didampingi Sutikna, SH dan Ida Ayu Puspa, SH mempertanyakan kembali saksi dari pihak kepolisian yang telah menangkap pelaku pembobolan Apartemen dan jumlah personil yang turun ke TKP. Namun, Majelis Hakim mempertanyakan juga barang bukti yang digasak oleh terdakwa.

“Berapa orang ke TKP. Sempat ditanya (terdakwa),” tanya majelis hakim.

“7 orang di hotel Pasar Baru. Dia tinggal di Proklamasi dia singgah dihotel sudah setengah hari. Kalo yang di kost lebih kepakaian aja, dompet, laptop,” saksi.

Mengenai barang bukti dijelaskan kembali oleh saksi dari pihak kepolisian, yang mana hasil dari pencurian di Apartemen telah di jual terdakwa melalui COD.

“Barang sudah dijual COD. Cuma identitas ganti-ganti,” kata Ari Setiawan saksi anggota Polri.

Atas kesaksian yang dibeberkan oleh 3 orang saksi, terdakwa mengakui perbuatannya di hadapan Majelis Hakim PN Jaktim.

“Terdakwa bagaimana,” tanya majelis hakim.

“Benar,” jawab terdakwa sambil menganggutkan kepala.

Dipenghujung persidangan majelis hakim berpesan kepada penutut umum untuk melengkapi materi persidangan yang telah disampaikan oleh para saksi.

“Saudara saja (JPU) tidak memasukkannya.Terdakwa beri waktu Bu jaksa ya untuk memanggil saksi ya, sidang ditutup,” ucap Endah. (Dw)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *