oleh

Proyek Pembangunan Perumahan di Tangsel Tabrak Perda

Tangsel, TribunAsia.com – Sebagai daerah otonom baru, laju pembangunan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) cukup pesat. Kota hasil pemekaran Kabupaten Tangerang tersebut seakan menjadi magnet bagi masuknya para investor. Namun di satu sisi, khususnya keberadaan bangunan komersil tidak sedikit ditemukan berdiri dan dibangun yang tidak mematuhi bahkan menabrak aturan atau memang sengaja jadi ladang pendapatan oknum petugas.

Padahal berdasarkan Perda No. 6/2015 tentang Bangunan dan Gedung yang menyebutkan setiap orang pribadi maupun badan yang akan mendirikan, merehabilitasi atau merenovasi bangunan, harus terlebih dahulu memiliki Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Daerah.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Dari pantauan TribunAsia.com pada Selasa (30/10/18) di wilayah Kecamatan Serpong Utara, sedikitnya ditemukan 2 bangunan yang sedang dibangun tanpa memiliki IMB alias Mengangkangi Perda Tangsel No.6/2015.

Kedua bangunan tersebut adalah pembangunan gedung Alfa Midi di Jalan Melati Mas Raya, Vila Melati Mas, Serpong Utara serta rahabilitasi rumah menjadi bangunan komersil alias ruko di jalan Boulevard raya, Graha Raya, Paku Jaya dekat cluster Boogenvrlle Loka.

Menurut Puji Iman Jarkasih ketua LSM Paragon, diakuinya Kota Tangsel saat ini banyak menjamur usaha-usaha yang dimiliki oleh orang-orang hebat dari kalangan tertentu. Hanya saja, semua tetap diberi catatan, supaya tidak berbenturan dan menabrak aturan yang ada.

“Jangan mentang-mentang orang hebat dan katanya punya bintang 1 dipundaknya tersebut, lantas memberi contoh yang kurang baik kepada masyarakat. Hal tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh segelintir oknum aparatur yang bermain. Bagi saya tidak akan pernah surut dan takut untuk menyampaikan hal yang baik dan benar.

Karena saya hanya takut kepada Alloh SWT dan masih percaya kepada kinerja KPK dan Cyber Pungli,” tandasnya.

Sementara itu, saat TribunAsia.com mengkonfirmasi perihal pembagunan gedung Alfa Midi di jalan Melati Mas raya kepada Devi Alfa Midi pada Senin (29/10/18) siang via Whatshap,  hanya dminta menghubungi saudara Jaja. Tetapi saat ditelpon maupun dikonfirmasi lewat Whatsapp, tak mendapat respon apapun dari yang bersangkutan. Sedangkan saat mengkonfirmasi kepada Agus kadie Satpol PP Kecamatan Serpong Utara pada hari yang sama, reporter TribunAsia.com mendapat jawaban yang berubah-ubah.

“Saya sudah laporkan kepada pihak PPNS Satpol PP Tangsel kemarin, itu pembangunan gedung Alfa Midi akan segera disegel,” terangnya. Namun beberapa saat kemudian dianulir kalau yang bersangkutan baru mau melaporkannya.

Demikian pula saat dikonfirmasi ke lokasi pembangunan rehab rumah menjadi ruko di jalan Boulevard raya, Graha Raya, Paku Jaya, Serpong Utara. Hanya ada mandor proyek dan saat dimintai konfirmasinya perihal IMB bangunan tersebut, sang mandor berdalih polos yang tidak masuk akal.

“IMB nya sudah jadi pak, cuma masih basah papan IMB nya, belum saya pasang takut basah kehujanan dan luntur. Seminggu lagi akan saya pasang,” pungkas Selamet mandor proyek beralibi. (BTL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *