oleh

Terciduk, Mantan Napi Narkotika Edarkan Sabu Kembali Berhadapan dengan Meja Hijau

Jakarta, TribunAsia.com – Mantan narapidana narkotika kembali berhadapan dengan meja hijau Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Saat penuturan diruang sidang saksi Budi mengatakan, dirinya mendapatkan informasi terdakwa dari grup antar Polsek tentang ciri-ciri penggunaan narkotika sekaligus pengedar.

Reza Amri Tanjung kedapatan mengedarkan barang haram sejenis sabu-sabu diwilayah hukum Kepolisian Resort Jakarta Timur dan kini duduk diruang menjadi terdakwa. Dia ditangkap pada tanggal 5 Juni 2018, ketika tengah mengendari sepeda motor lalu dikejar oleh anggota kepolisian kemudian diamankan.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Penangkapan pada 5 Juni 2018. Kenal muka aja pak saling share antar Polsek. Dia mantan pengguna pak,” kata saksi Budi anggota Polri, Kamis (25/10/2018).

Dua orang saksi dihadirkan dari petugas kepolisian yang saat itu menangkap langsung Terdakwa Reza Amri Tanjung tengah memiliki beberapa bungkus plastik berisi kristal putih serta sepeda motor milik terdakwa.

“Saya kejar dia pake motor. Pada saat itu saya lagi ngobrol berdua,” ucap Budi bersama saksi dari sesama anggota Polri diruang sidang.

Ketua Majelis Hakim saat persidangan narkotika dipimpin oleh Dwi Dayanto, SH, MH dengan didampingi Hakim anggota Antonius Simbolon, SH.,MH dan Nini Anggraini, SH.,MH.

Dwi Dayanto pertanyakan kepada saksi-saksi ketika penangkapan Terdakwa Reza Amri Tanjung dan barang bukti sabu-sabu yang diamankan dipergunakan atau dijual.

“Apa terdakwa selalu diikuti. Barang ini akan digunakan untuk apa ?,” tanya majelis hakim kepada saksi.

“Dipakai tersangka dan sisanya dijual,” ujar saksi Budi.

Selain itu, Nini Anggraini pun mempertanyakan kepada saksi-saksi dari pihak kepolisian yang sebelumnya, dalam penangkapan pengguna narkotika untuk diproses hukum.

“Dalam pengertian udah pernah ditangkap diproses hukum nggak ?,” majelis hakim kepada saksi.

Dalam kesempatan yang sama penuntut umum pun turut mempertanyakan kembali kepada saksi-saksi tentang penangkapan dan transaksi sabu-sabu. JPU juga mempertanyakan barang bukti kendaraan sepeda motor atas kepemilikan.

“Menangkap, dia beli Bagaimana. Untuk motor kepemilikannya punya siapa terdakwa ?,” tanya Donald, SH dari Kejari Jaktim.

Namun, Kuasa Hukum terdakwa menyampaikan pertanyaan selanjutnya kepada saksi-saksi tentang kliennya yang ketika penangkapan tengah memiliki jenis narkotika golongan 1.

“Setelah penangkapan diketemukan ada barbuk? ,” tanya Freddy Tambunan, SH.

“Awalnya beli dipecah,” jawab saksi Budi.

Dikatakan oleh terdakwa barang haram diperoleh dari rekannya dan dirinya mengakui pernah menjalani hukuman selama 7 tahun dalam kasus serupa.

“Dari teman. Pernah dihukum 7 tahun. Saat bebas saya kerja jadi cleaning service. Saya bekas napi,” beber terdakwa dihadapan sidang. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *