oleh

BKD Kalsel, Diskriminatif pada Disabelitas Netra

Kalsel, TribunAsia.com – Seorang disabelitas netra, M. Pihani kena diskriminasi saat mendaftar seleksi CPNS 2018 oleh Badan Kepegawaian Negara (BKD Kalsel).

M. Pihani, lulusan ULM jurusan PLB 2017 tidak bisa turut mendaftar karena formasi disabilitas hanya ditujukan pada disabilitas daksa dan 3 jurusan, yaitu kepustakaan, manajemen dan pekerja sosial.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Menjadi persoalan ini bukan latar belakang pendidikan M. Pihani.

“menyadari itu, M. Pihani mendaftar di formasi PLB,” kata salah satu Ketua Pertuni, Ajat Sudrajat. Di Jakarta, Jumat (26/10).

Ajat menambahkan, sebelum proses  seleksi administrasi berkas selesai, disabilitas netra ini dipanggil oleh pihak BKD Kalsel Kamis (18/10/2018).  Di Badan Kepegawaian Negara,  disabillitas netra ini dipersilakan masuk dan pendampingnya tidak diperkenankan masuk. Di dalam ruangan, disabilitas netra ditemui oleh 4 orang dari BKD, diberikan beberapa pernyataan.

Pernyataan itu  tidak boleh membawa pendamping ketika tes,  waktu sesuai ketentuan umum dan tidak diperkenankan menggunakan screen reader (aplikasi pembaca layar) ketika mengikuti tes.

Pengumumun lolos administrasi  (22/10/2018) Seleksi Administrasi CPNS, M. Pihani,  disabilitas netra  dinyatakan tidak lolos dengan alasan Tidak memiliki ijazah.

Meski alasan ini saat dikonfrointir kepada pihak BKD, mereka tidak tahu, bahwa disabelitas netra juga memiliki ijazah S1. Karena ketidak tahuan itu, mereka tidak menyediakan  formasi disabelitas netra.

“Alasan yang dikemukakan oleh BKD Kalsel menunjukan kebodohan dan diskriminatif. Mereka menganggap disabelitas netra tidak ada yang mencapai S1,” kata Ajat Sudrajat Geram.

Kami kaum disabelitas netra akan menuntut danmeminta kejelasan atas sikap diskriminatif BKD tangsel terhadap disabelitas netra.

“Kita akan aksi massa,” ancam Ajat. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *