oleh

Neraka, Tempat Penyembuhan

TribunAsia.com

Neraka hanyalah menggambarkan siksaan perbuatan jahat. Tetapi Neraka bukan semata-mata sebagai tempat siksaan bagi perbuatan jahat yang telah dilakukan, melainkan dimaksud juga untuk penyembuhan.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Dengan kata lain, Neraka bukan semata-mata dimaksud untuk menyiksa orang, melainkan dimaksudkan untuk sebagai pencucian, sehingga manusia dapat terlepas dari akibat kejahatan yang ia lakukan dengan tangan mereka sendiri, sehingga ia mampu membuat kemajuan rohani. Qur’an Suci menerangkan undang-undang tentang siksaan, sekalipun menimpa manusia selagi masih di dunia, sebagaimana termaktub di dalam Qur’an Suci:

وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا أَخَذْنَا أَهْلَهَا بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُونَ

Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.

(QS. 7 : 94).

 

Dari ayat tersebut jelas sekali bahwa Allah menimpakan siksaan kepada penduduk yang berdosa agar mereka mau bertobat. Dengan kata lain, agar mereka sadar akan adanya kehidupan yang lebih tinggi.

Demikian juga tujuan siksaan di Neraka, dengan maksud untuk penyembuhan.

Jadi perintah Allah swt agar manusia berbuat baik, karena perbuatan baik itu membantu manusia untuk kemajuan  rohaninya.  Demikian juga sebaliknya, perbuatan jahat akan menghambat manusia dalam mencapai kemajuan rohaninya.

Sebagaimana firman Allah:

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا، وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا

“Sungguh beruntung orang yang mencucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotori jiwanya”. (QS. 91 : 9,10).

 

Allah swt berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلامٍ لِلْعَبِيدِ

“Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang berbuat jahat, maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba-(Nya).

(QS. 41 : 46).

 

Pendosa yang tidak mau bertobat dan memohon ampun kepada Allah swt berarti telah menyia-nyiakan kesempatan untuk menyucikan dirinya. Maka mereka akan dibersihkan di Neraka. Untuk pada akhirnya tempatnya tidak di lagi di Neraka setelah mengalami proses pencucian dosa, dan menjadi suci.

Pendosa masuk Neraka, bukan Allah swt itu kejam.

 

Allah itu Maha Perkasa, namun Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang, serta Maha Pengampun sebagaimana termaktub dalam Qur’an Suci.

Firman Allah swt

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

(QS. Alfatihah : 2,3).

 

Oleh : Mulia Mulyadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *