oleh

Limbah PT South Pasific Viscose, Saksi Fakta Sebut Udara Bau Jengkol pada Malam Hari

Jakarta, TribunAsia.com – Saksi fakta hadir dalam persidangan pencemaran limbah PT South Pasific Viscose terhadap lingkungan. Dalam kesaksiannya, Imar mengatakan pada cuaca panas udara disekitar pabrik tercium bau jengkol.

“Bau. Kaya bau jengkol,” singkat saksi fakta selaku pengurus RW, Kamis (25/10/2018).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Duduk selaku Ketua Majelis Hakim PTUN Jakarta dipimpin oleh Edi Septa Suharza, Umar Dani dan Baiq Yuliani. Kemudian, Majelis Hakim mempertanyakan saksi yang dihadirkan terkait penciuman bau yang dirasakan oleh warga sekitar baik pada waktu siang maupun malam hari.

“Ada bau kalau malam hari, bau apa ?,” tanya Edi kepada saksi fakta.

“Kira-kira pada suhu panas atau suhu dingin,” tanya majelis hakim kembali kepada saksi fakta.

Baca Juga : Limbah PT South Pasific Viscose Warga Mengalami Sakit Pernapasan dan Sungai Citarum Tercemar

“Suhu panas,” jawab saksi yang tinggal di Ciroyong.

Selain itu, Majelis menyampaikan perihal agenda yang akan datang kepada Tergugat dan Intervensi untuk menghadirkan saksi ahli dengan dilengkapi surat-surat sesuai prosedur.

“Rencana akan menghadirkan saksi ahli ya. Baik tergugat maupun intervensi silahkan menghadirkan,” pesan majelis hakim.

Dalam persidangan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan hadir menyaksikan jalannya persidangan pencemaran lingkungan.

Baca Juga : Penggugat Pertanyakan Izin AMDAL PT South Pasific Viscose

Namun, saksi fakta turut menambahkan tentang kesaksian terkait pencemaran udara pada cerobong asap PT South Pasific Viscose yang tercium bau. Tidak hanya udara yang tercenar, Imar selaku saksi mengatakan terkait lahan pertanian disebutkan pula dari dampak limbah.

“Aliran udara dan aliran air yang kesawah itu aja,” tandas saksi.

Dalam persidangan limbah bahan berbahaya dan beracun atas nama PT South Fasific Viscose dengan Nomor perkara 131/G/LH/2018/PTUN.JKT Penggugat nampak tidak hadir. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *