oleh

Keluarga Korban Lakalantas : drg Muryati Menabrak Korban Hingga ke Kolong Mobil

Jakarta, TribunAsia.com – Keluarga korban lakalantas mengatakan terdakwa Muryati telah menabrak korban hingga posisi korban berada dikolong mobil terletak di Jalan Pulo Mas, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Persidangan sempat memanas ketika keluarga korban menyaksikan langsung jalannya persidangan dan salah seorang pengunjung sidang berpakaian batik merah menyampaikan dihadapan Majelis Hakim bahwa dirinya berprofesi sebagai Pengacara.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Kemudian, Ketua Majelis Hakim dipimpin oleh Dr. Syafrudin Ainor Rafik, SH.,MH dengan didampingi Hakim anggota Barita Sinaga, SH.,MH dan Siti Rochmah, SH mengutarakan kepada keluarga korban untuk didampingi Penasehat Hukum.

“Bapak pengacara selaku korban ingin didampingi pengacara silahkan,” kata ketua majelis hakim yang akrab disapa Ainor, Selasa (23/10/2018).

Diketahui, terdakwa berprofesi sebagai dokter gigi (drg) yang memasuki usia lanjut begitu pula dengan korban yang hadir dalam persidangan dengan kondisi tangan berbalut perban masih dalam pengobatan.

“Ibu itu yang jadi korban tabrakan. Ibu Simamora ibu itu masuk kedalam mobil. Terdakwanya dokter gigi ,” ucap keluarga korban.

Lebih lanjut, didalam persidangan keluarga korban pun memberikan keterangan kepada Tim Majelis Hakim katanya, terdakwa siap pasang badan dalam percakapan melalui telepon selular.

“Pak hakim yang mulai dia (terdakwa) telah menyampaikan kepada kepolisian saya telepon dia pasang badan dan lepas handuk,” cetusnya.

Selaku penuntut umum dalam permasalahan kecelakaan lalu lintas korban atas nama Salam Termamauri Simamora ditangani oleh Handri, SH dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

“Salam Termauri Simamora,” singkat JPU.

Tepisah, saat dikonfirmasi Ketua Majelis Hakim memberikan informasi bahwa terdakwa dinilai lalai mengemudikan kendaraan. Masih kata dia, terdakwa Muryati ketika mengendarai mobilnya melihat kaca spion pada posisi belakang mobil tersebut tidak terlihat ada orang.

Namun, secara tiba-tiba saat itu, terjadi lah kecelakaan dan diutarakan oleh warga yang melihat kejadian dengan spontan kepada supir yang saat itu dikendalikan drg. Muryati.

“Karena kelalaiannya aja tadi keterangan terdakwa. Yang satu korbannya dateng keterdakwa disuruh mundur dia malah jalan dibelakang mobil,” jelas hakim Ainor.

“Mundur kok korban ada dibelakang mobil itu di terdakwa lihat spion kanan kiri tidak ada orang, eh tiba-tiba ada orang yang stop,” ungkapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *