oleh

Gelapkan Avanza Senilai Rp 120 Juta, Terdakwa Andri Kusmanto Ditangkap di Purwokerto

Jakarta, TribunAsia.com ­- Gelapkan Avanza senilai Rp 120 juta Terdakwa Andri Kusmanto ditangkap oleh Guntur yang berprofesi sebagai driver online. Kejadian penangkapan disampaikan oleh korban selaku saksi didepan Majelis Hakim PN Jaktim karena cemas mobil yang dipinjamkan kepada Terdakwa Andri Kusmanto tak kunjung balik ke Jakarta.

Kemudian, kata korban Terdakwa Andri telah melampaui batas perjanjian sewa dan telah dilaporkan ke Polsek Pinang Ranti, Jakarta Timur. Diketahui, terdakwa telah memasuki 1 bulan lebih mobil tidak dikembalikan dan ternyata Avanza sudah digadaikan oleh terdakwa.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Waktu pinjem tanggal 26 Juli 2018. Ketangkep kurang lebih sebulan temennya dia ilang terus polisi balik ke Jakarta saya ketemu di Purwokerto tapi mobilnya sudah dia gadai. Kendaraan itu untuk online,” ujar Guntur, Senin (22/10/2018).

Menurut korban, penangkapan Terdakwa Andri Kusmanto itu sendiri olehnya diketahui berkat informasi keluarganya yang tinggal di Jakarta terdakwa berada di Purwokerto, Jawa Tengah.

“Orang tuannya juga lepas tangan dia bilang keorang tuanya dia bisnis ke Purwokerto. Dia saya tangkep sendiri lagi ngambil duit di ATM,” kata saksi Guntur.

Duduk selaku Ketua Majelis Hakim RR Endah, SH didampingi Hakim anggota Ida Ayu Puspa, SH dan Sutikna, SH., MH.

Sementara, Majelis Hakim sempat mempertanyakan saksi Guntur tentang keberadaan terdakwa yang saat itu menghilang dan melarikan roda empat yang sebelumnnya digunakan oleh saksi. Untuk harga kendaraan diperkirakan mencapai nominal Rp 120 jutaan.

“Intinya ketemu dimana ?. Mobilnya seharga 120 juta itu,” tanya Endah kepada saksi.

” Di Purwokerto. Dia lagi nganil duit di ATM saya tangkep. Saya nangkep sendiri di Purwokerto. Diserahin kepolsek Pinang Ranti,” kata saksi.

“Kamu nggak minta duit,” tanya majelis hakim kembali

“Orang tuanya lepas tangan bu.Mobilnya udah di gade Bu. Dia juga ada masalah sama orang tuanya saya tanya,” jelas saksi.

Saksi pun menambahkan, perihal peminjaman kendaraan karena saksi memahami betul karakter terdakwa yang dinilainya baik.

“Yakin karena saya tau karakter dia,” ungkap saksi.

Selain itu, jaksa penuntut umum menuturkan kendaraan milik saksi yang dihilangkan oleh Terdakwa Andri Kusmanto berjumlah 1 unit Toyota Avanza.

“Satu biji,” singkat Nanindya, SH kepada TribunAsia.com.

Selanjutnya, JPU mempertanyakan kembali saksi yang dirugikan karena ulah Terdakwa Andri Kusmanto terkait biaya sewa dalam per hari.

“Untuk sewa normalnya berapa perhari ? Karena ukurannya Rp 300 ribu,” tanya Nanin kepada saksi.

“Sehari Rp 220 ribu. Sewa 2 juta,” jawab saksi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *