oleh

Anies Tertibkan Pelanggaran Reklame

TribunAsia.com

Oleh : Tatak Ujiyati

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Di tengah kekacauan, sikap tegas diperlukan. Kemarin Anies Baswedan menunjukkannya, dengan memulai operasi tertib reklame di Jakarta. Belasan reklame di sepanjang jalan Rasuna Said disegel. Malam harinya 2 bangunan reklame dipotong. Total 60 titik reklame akan ditertibkan.

Anies mengancam para pemilik bangunan reklame untuk membongkar sendiri bangunannya. Jika tidak, akan ada sanksi. Para pelanggar tak akan diberi ijin memasang reklame dimanapun di Jakarta selama waktu tertentu. Ia tak main-main, Peraturan Gubernur tentang itu sedang disiapkan.

Anies berani bersikap tegas. Padahal pendapatan asli daerah Jakarta dari reklame besar lho yaitu Rp 964 Milyar. Namun ratusan reklame di Jakarta melanggar aturan. Anies Baswedan menyatakan tak ingin Pemrov DKI hanya mengejar pendapatan saja. Ia ingin pendapatan pemerintah didapat dari sumber-sumber yang halal, yaitu taat hukum dan sesuai tata aturan.

Di awal saya bilang saat ini kita sedang hidup di jaman kacau. Mengapa? Karena orang dengan mudah menbrak aturan tanpa sanksi. Orang lebih suka menyuap aparat ketimbang taat mengurus ijin berusaha. Itu kan yang terjadi dengan kasus Meikarta dan juga Reklamasi Jakarta? Pengusaha asyik saja bangun-bangun ini itu, walau ijin belum beres. Mungkin kita heran kok bisa dan berani ya mereka memulai usaha ketika ijin belum beres. Dan Meikarta menjawabnya, ternyata ada uang yang mengalir ke aparat sampai jauh.

Itu pula yang terjadi dengan reklame di Jakarta selama ini. Kacau. Pelanggaran tidak ditindak. Bangunan reklame tak berijin masih megah berdiri.

Sudah saatnya kita bertindak tegas. Katakan TIDAK pada kekacauan. Tahu bahwa penertiban reklame adalah pekerjaan pencegahan korupsi, KPK Ibukota mengawal proses ini bersama dengan KPK RI. Bersama kita berantas korupsi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *