oleh

Rajin Ibadah, Tapi Bangkrut Amalnya

TribunAsia.com

Bangkrut merupakan salah satu kata yang menunjukkan suatu keadaan di mana seseorang yang tadinya dikenal memiliki harta yang cukup melimpah atau kaya raya, namun pada akhirnya jatuh pada lubang kemiskinan alias hartanya telah habis. Jika keadaan bangkrut yang diketahui oleh manusia pada umumnya hanya berkaitan dengan harta atau materi, tapi pada dasarnya bangkrut pun bisa terkait dengan masalah pahala atas amalan atau perbuatan baik. Seperti dikisahkan seorang yang alim, gemar ibadah dan sedekah, namun di akhirat justru ia bangkrut dan tidak memperoleh apa-apa saat dihisab, kecuali nereka? Lantas, siapa saja mereka? Dan apa penyebab sehingga mereka bangkrut? Ini penjelasannya.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Sebagaimana kutip dari Kitab Shahih Hadis Muslim karya Muhammad Fuad Abdul Baqi dijelaskan suatu riwayat hadis yang menyatakan bahwa kelak di akhirat, terdapat seorang muslim yang bangkrut dan tidak mendapatkan pahalanya tersisa sedikit pun sebab telah dibagi-bagi kepada orang lain. Adapun penyebab ia mengalami hal tersebut karena banyaknya perbuatan keji yang ia lakukan pada orang lain. Di antara perbuatan keji dan tercela yang ia lakukan adalah sebagai berikut :

 

1. Selalu Mencela, Menghina dan Mencaci Maki Orang Lain

Pahala ibadah yang didapatkan oleh seseorang akan diberi dan dibagikan kepada orang lain, jika ia sering kali mencela, menghina, atau pun mencaci maki orang lain. Itulah sebabnya Allah SWT melarang hambanya merendahkan seseorang dengan lisannya apalagi jika ia sampai menghina mereka di depan orang banyak. Jika hal tersebut terjadi, maka orang yang dicela atau dicaci maki tersebut akan datang menemuinya di akhirat kelak dan mengambil sebagian pahala ibadahnya.

 

2. Suka Menuduh atau Menfitnah Orang Lain

Menuduh seseorang berbuat sesuatu yang melanggar aturan atau norma agama tanpa bukti merupakan salah satu dosa besar. Dikatakan demikian, sebab orang yang dituduh dan difitnah akan tercemar nama baiknya di masyarakat. Bahkan telah banyak kasus yang terjadi, di mana seorang yang difitnah harus mengalami depresi dan gangguan mental sebab tuduhan yang diarahkan kepadanya. Maka Allah SWT dengan tegas mengingatkan sebagaimana dikutip dari dari Kitab Tafsir Ibnu Katsir karya Syaikh Syafiyurrahman Al-Mubarakfuri, bahwa janganlah sama sekali menuduh dan menfitnah orang lain tanpa adanya bukti, sebab fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Sebagaimana Allah SWT berfirman di dalam Alquran, “Fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan.” (QS: Albaqarah: 191). Di ayat yang lain disebutkan bahwa, “Fitnah itu lebih besar dosanya daripada membunuh.” (QS. Albaqarah: 217)

 

3. Merampas Hak dan Milik Orang Lain

Allah SWT tidak ridha terhadap orang yang gemar merampas harta dan hak orang lain. Baik dirampas dengan cara mencurinya, merampok, atau melakukan korupsi. Allah SWT menyebut perilaku semacam sebagai perilaku yang batil atau kejam. Sebagaimana firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta di antara kamu dengan jalan yang bathil.” Jika seseorang melakukan hal tersebut, maka bersiaplah untuk dirampas pula pahala atas amal yang telah kalian kerjakan di dunia

 

4. Selalu Memukul dan Menganiaya Orang Lain

Dijelaskan bahwa memukul dan menganiaya seseorang tanpa alasan yang tepat sangat tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Suatu pukulan yang berakibat penganiayaan pada orang lain, akan meninggalkan bekas luka dan rasa sakit yang tidak mungkin bisa ditutupi. Orang yang dipukul pun akan merasa sakit hati dan akan terus mengenang rasa sakit hingga ia wafat

Bagi Anda yang sering berbuat demikian, maka siaplah-siaplah diambil pahala amal ibadah kalian dari orang yang telah kalian pukuli. Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat bersabda bahwa, “Itulah orang yang bangkrut di hari kiamat, yaitu orang yang rajin beribadah tetapi dia tidak memiliki akhlak yang baik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *