oleh

Nilai Tambah Kelapa Krambil Ijo Jogja Buka Lapangan Kerja di Tasikmalaya

Tasikmalaya, TribunAsia.com – Kebingungan Pemda mengatasi  pengangguran di pedesaan bakal terjawab dengan kembali  pada ke-arifan lokal yakni nilai tambah kelapa. Mendorong kesempatan kerja di pedesaan PT Krambil Ijo Jogja mengambil peran mulia ini.

Apa yang bisa kita lakukan untuk membuka kesempatan kerja di desa ?” Dengan nada bertanya kata  Dirut PT Krambil Ijo dan Penggiat Sosial Syaukani Bowo Leksono memulai percakapan dalam diskusi  di Ruang Asisten Kesra Sekda Tasikmalaya. Selasa (17/10).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Diskusi yang dihadiri oleh Bappeda Tasikmalaya, Sekda dan perangkat desa. Pertanyaan itu dijawab langsung oleh Syaukani dengan menjelaskan, yang kita lakukan kembali pada kearifan lokal.

“Meningkatkan nilai tambah pohon kelapa. Kelapa pasti ada dimana – mana.Pemiliknya rakyat.  Karena itu juga sering disia-siakan. Kita mengajak masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah kelapa menjadi produk,” kata Syaukani penuh semangat.

Meski yang hadir dalam rapat siang itu merasa pemaparan ini umum tidak mematahkan semangat Syaukani menjelaskan nilai kelapa bagi peningkatan kesejahteraan pedesaan.

“Mengolah kelapa menjadi produk kebutuhan sehari hari.Seperti Sabun, obat, briket, minyak goreng, kosmetik dan lain sebagainya. Siapa yang memproduksi ? petani kelapa. Siapa yang  produksinya ? Petani kelapa.

“Apakah mungkin petani bisa memproduksi sabun bagaimana alatnya bagaimana modalnya,” seru salah seorang peserta diskusi. Syaukani menjelaskan, semua petani kelapa bisa memproduksi karena caranya mudah. Dilakukan produksi itu didesa. Proses produksi tanpa menggunakan listrik dan mesin.

“Dengan mesin tangan dan alat rumah tangga produksi itu bisa dikerjakan,” kata Syaukani.

“Bagaimana menjualnya,” kata Seorang peserta diskusi Cecep.

Syaukani menjawab,

Pertama, produk ini pasti bisa digunakan sendiri. Kedua, dijual ke pasar konsumen pasti menikmati. Ketiga PT Krambil Ijo siap menampung dan membeli produksi petani,” pungkas Syaukani. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *