oleh

Wanita Muda Pemilik 10 Gram Sabu-Sabu Diganjar Hukuman 8 Tahun 6 Bulan Penjara

Jakarta, TribunAsia.com – Wanita muda pemilik 10 gram sabu-sabu diganjar hukuman 8 tahun 6 bulan penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).

Duduk sebagai Ketua Majelis Hakim Antonius Simbolon, SH.,MH dengan didampingi Hakim anggota Nun Suhaini, S Hum dan Dwi Dayanto, SH.,MH.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Kemudian, Antonius Simbolon menyampaikan sebelum putusan dijatuhkan kepada Terdakwa Milda Susanti perihal barang bukti narkotika dengan jenis sabu-sabu seberat 10 gram. Saat sidang Majelis Hakin pun mengatakan kepada terdakwa, seharusnya sebagai seorang Ibu harus menjaga kehormatan bukan melainkan memiliki barang haram tersebut.

“Jadi bayangkanlah 10 gram dalam 1 gram untuk 10 orang tolonglah dipikirkan apalagi kamu seorang ibu seharusnya kamu tunjukan kehormatanmu seorang perempuan. Ini satu peristiwa membunuh 50 orang,” kata Antonius Simbolon kepada terdakwa.

Dalam persidangan, 2 klip plastik berisi sabu-sabu diamankan pihak kepolisian di berbagai tempat seperti disebutkannya di bilangan Jalan Rawa Teratai, Cakung dan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

“Berdasarkan pada fakta hukum di Rawa Teratai Cakung, Pulo Gadung Jakarta Timur. Didalam bekas pembungkus rokok (sabu-sabu) dan timbangan.  Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah,” tandas majelis hakim.

Terdakwa terbukti bersalah dikenakan pasal 114 dan UU No.35 Tahun 2009 tentang narkotika. Terdakwa Milda divonis bersalah dengan hukum 8 Tahun 6 Bulan penjara oleh Majelis Hakim.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 8 tahun 6 bulan dan denda 1 miliar dan bila tidak membayar denda subsider selama 3 bulan. Dibebankan biaya perkara lima ribu rupiah (Rp 5 ribu),” imbuh majelis hakim.

“Seharusnya 9 tahun untuk saudara itu pelajaran untukmu jgn diulangi ya. Pikirkan masa depan anakmu silahkan berbicara dengan penasehat hukummu,” ujar Antonius Simbolon.

Sementara, Kuasa Hukum Terdakwa Hilda disela-sela agenda putusan menyampaikan dan langkah hukum berikutnya akan dipikirkan bersama  kliennya.

“Pikir-pikir,” singkat Valdano Islami A, SH.

Hal senada diungkapkan oleh penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dihadapan persidangan untuk pikir-pikir kembali apa yang telah diputuskan kepada terdakwa.

“Pikir pikir juga,” papar Yullly bersama Felli Kasdi selaku JPU.

Selain itu, Kuasa Hukum menjelaskan, barang bukti sabu-sabu seberat 10 gram bukan milik kliennya akan tetapi milik rekan terdakwa yang bernama Ipang.

Ditambahkan, ketika penangkapan diapartemen kliennya dijadikan tersangka meskipun barang haram tersebut bukan milik terdakwa.

“Ketangkap di apartemen Pulo Gadung. Dia dititipin barang tersebut milik Ipang. Dia mintanya pikir-pikir sih kalau dia mau mengajukan banding istilahnya,” terang Valdano. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *