oleh

Terdakwa Hana Federica Sempat Kabur Ketika Dana Bantuan dari Vatikan Tidak Cair

Jakarta, TribunAsia.com – Terdakwa Hana Federica sempat kabur setelah mengelabuhi 5 orang korban serta menjanjikan uang bantuan senilai Rp 800 juta dari Gereja Vatikan.

Diperkirakan mencapai Rp 300 juta dari tangan korban dibawa kabur oleh terdakwa sebagai uang jaminan untuk proses pencairan dana bantuan dari Vatikan.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada hari Senin, 15 September 2018 memintai keterangan saksi-saksi terkait kerugian dan mekanisme penyerahan sejumlah uang kepada terdakwa .

Sidang dipimpin oleh Tri Andita, SH dengan didampingi Hakim anggota Suparman Nyompa, SH.,MH dan Wahyu Sektianingsih, SH.,MH.

Tri Wahyu, SH selaku penuntut umum mempertanyakan para korban yang mengalami kerugian dan bantuan dana dari Vatikan senilai Rp 800 juta tak kunjung cair.

“Berapa sih pinjaman, dengan jaminan Rp 25 juta apakah Rp 800 juta cair,” tanya Tri kepada kedua orang saksi dihadapan majelis hakim, Senin (15/10/2018).

Diketahui dalam kesaksian korban, setiap mereka masing-masing dirugikan dengan nominal yang bervariasi, mulai dari belasan juta hingga puluhan juta.

Sementara saksi menilai ketika hendak menagih janji kepada terdakwa pada batas waktu yang telah ditentukan justru terdakwa Hana Federica Raja Gukguk melarikan diri.

“Dibilang belum cair sebelum hari H dia (terdakwa) kabur. Penyerahan uang tunai,” singkat Pujianti saksi korban.

Namun, Tri turut meminta penjelasan kembali kepada korban perihal uang yang diserahkan kepada terdakwa Hana Federica Raja Gukguk untuk kepentingan syarat pencairan bantuan.

“Kalau Ibu apa tuh motifnya bertahap, kalau admin yang dibutuhkan syarat yang dimintakan uang kembali ke uang.Ada inisiatif dari terdakwa nggak untuk pengembalian,” ujar Tri dari Kejari Jaktim.

“CCTV di Pom bensin (SPBU) dimatikan,” tambah saksi.

Selain itu, Kuasa Hukum terdakwa Hana Federica Siraja Gukguk mempertanyakan kembali saksi-saksi yang didominasi kaum ibu tentang iming-iming uang pinjaman dari Vatikan.

“Ibu Pujiastuti ini sarjana ekonomi ya. Ibu Astuti diiming imingi pinjaman ya,” tanya kuasa hukum.

“Jadi, pinjaman itu lewat gereja ya pak  orang tersebut ,” balas saksi Tuti.

“Ibu tau nggak orang ini (terdakwa) pernah ke Gereja. Ibu tau nggak Gereja mana,” tanya kuasa hukum lagi kepada saksi.

“Gereja yang di Cibubur. Yag namanya orang ditawarin tergiur ya Pak,” kata saksi korban Astuti.

“Saya sempat berikan dia lagi tujuh belas juta lima ratus (Rp17,5 juta) ada buat dan surat saya tanda tangan,” imbuh saksi Tuti.

Kuasa Hukum terdakwa melanjutkan kembali pertanyaan seputar proses penyerahan uang sebesar Rp 47 juta kepada saksi. Kemudian saksi mengutarakan perihal transaksi yang diserahkan kepada terdakwa Hana Federica melalui rekening bank.

“Saksi katanya mengalami kerugian Rp 47 juta saksi masih ingat nggak,” tanya kuasa hukum kepada saksi lainnya.

“Waktu itu saya transfer dari rekening kakak. Empat kali penyerahan,” kata saksi dengan pakaian hijab.

Selanjutnya, JPU berikan keterangan tentang poin utama permasalahan yang menimpa 5 orang korban mencapai total ratusan juta rupiah.

“Poinnya pinjaman yang dari bantuan gereja Vatikan kurang lebih totalnya 300 jutaan tapi peminjam harus punya uang penjamin 300 juta korban 5 orang,” papar Tri. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *