oleh

Warisan Alm. Debby Nasution, Dilanjutkan Kadernya : Pengajian Rutin

Jakarta, TribunAsia.com – Meski Alm. Debby Nasution telah tiada, pengajian yang diselenggarakan secara berkala oleh Alm. Debby Nasution tetap berlanjut diteruskan oleh para kadernya.

Pengajian yang dimotori oleh mantan Menpora Adhiyaksa Dault berlangsung syahdu, para peserta pengajian khusu’ menyimak isi pengajian yang disampaikan oleh Ustd. Abdurrahman Al Baghdadi. Pengajian yang diselenggarakan di rumah Adhiyaksa Dault, Kalibata, juga diisi dengan film dokumenter kiprah Debby Nasution. Minggu (7/10/2018).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Jeda istirahat,  Arief Siregar (Anak Boru) Kord Panitia Malam Peringatan ” Bang Debby 2 sisi ”  melalui layar infocus mengatakan, Debby Nasution orang yang memiliki kepribadian yang menghindari kepentingan pribadi.

Arief Siregar mewakili panitia haul wafatnya Debby Nasution mengatakan, “Akan memperingati haul Deby nasution  pada 12 Desember 2018 malam di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta. Acara bekerja sama dengan TVRI  akan diisi dengan  pameran buku,  Kuliner, foto ,” kata Arief Siregar.

Sebelumnya diberitakan, musisi senior Debby Nasution meninggal dunia pada Sabtu (15/9/2018).

Debby Nasution diduga meninggal karena mengalami serangan jantung. “Tiba-tiba dua kolaps, serangan jantung kayaknya,” ujar vokalis Gank Pengangsaan  Mohamad Kadri. Semasa hidupnya, Debby Nasution dapat dikatakan memiliki pengaruh cukup besar dalam dunia musik. Ia pernah tergabung dalam Gank Pegangsaan, sebuah grup musik yang terbentuk di sebuah rumah di Jalan Pegangsaan Barat.

Grup musik tersebut melahirkan banyak grup musik legendaris Indonesia, seperti Sabda Nada, Badai Band, Guruh Gipsy. Debby Nasution tergabung dalam grup tersebut bersama saudaranya, Keenan Nasution dan Odink Nasution. Selain itu ada juga musisi terkenal lainnya seperti Chrisye, Guruh Soekarno Putra, Ronny Harahap, dan Abadi Soesman.

Namun, grup band itu bubar karena kesibukan personelnya yang bersolo karir. Pada tahun 90-an, Debby Nasution mengumpulkan mereka kembali dan membentuk Gank Pegangsaan dan sukses berkat single andalan mereka yaitu ‘Dirimu’. Debby Nasution juga sempat bergabung dnegan grup rock ternama, God Bless. Selain Debby, God Bless diisi oleh Keenan Nasution, Odink Nasution, dan Ahmad Albar.

Debby Nasution terlibat dalam proses rekaman lagu dan album ‘Badai Pasti Berlalu’ yang dirilis pada 1977. ‘Badai Pasti Berlalu’ seluruhnya direkam di Pluit, Jakarta Utara dalam waktu 21 hari. Proses rekaman itu dipimpin oleh Eros Djarot, sementara Debby Nasution mengisi bagian keyboard.

Album tersebut meledak di pasaran dan menjadi sensasional. Lagu dalam album tersebut terus menerus diputar di radio. Setelah sukses berkarir di dunia musik, Debby Nasution berhijrah menjadi ustaz. Sebelum meninggal, Debby Nasution sedang memberi kajian di Masjid Al Ikhlas, Cipete, Jakarta Selatan. (Mahdi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *