oleh

Dirut PT Kurnia Multi Perkasa Divonis 2 Tahun 6 Bulan dalam Kasus Jual Beli Besi Pipa

Jakarta, TribunAsia.com – Susanti Kurniadi Dirut PT Kurnia Multi Perkasa kasus jual beli besi pipa dengan Terdakwa Susanti divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur selama 2 tahun 6 bulan.

Dihadapan Terdakwa Susanti Kurniadi serta penuntut umum Majelis Hakim mempertimbangkan putusan lebih rendah dari tuntutan 3 Tahun 6 Bulan menjadi 2 tahun 6 bulan dengan alasan terdakwa belum pernah dihukum dan bersikap santun selama persidangan.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Dituntut 3,6 tahun selisih 1 tahun dan diputus 2,6 tahun dengan pertimbangan karena belum pernah dihukum, punya anak kecil,” kata Majelis Hakim Ida Ayu kepada TribunAsia.com, Kamis (11/10/2018).

Baca Juga : Transaksi Pembayaran Besi 400 Ton Tidak Berjalan Mulus, Dirut Menjadi Terdakwa Dipengadilan

Amar putusan disampaikan langsung oleh Ketua Majelis Hakim Ida Ayu Puspa, SH dengan didampingi Hakim Anggota RR Endah, SH dan Sutikna, SH.

Menurut Ida Ayu, sidang kasus jual beli besi yang mencapai nominal miliaran rupiah dilakukan secara maraton dalam waktu sepekan digelar dua kali pertemuan diruang sidang.

“Dan kita sidang maraton Senin dan Kamis, dia (terdakwa) minta minta penangguhan penahanan kota,” tambah Ida Ayu Puspa.

Diketahui terdakwa Susanti Kurniadi dikenakan dakwaan Primiair Pasal 378 KUHPidana dan dakwaan Subsidiair 372 KUHPidana.

Selain itu, penuntut umum yang menangani kasus tersebut mengatakan terdakwa telah diputus oleh Majelis Hakim selama 2 Tahun 6 Bulan.

Baca Juga : Nota Pembelaan Terdakwa Terkait Kasus Jual-Beli Besi Miliaran Rupiah

Handri, SH menambahkan, terdakwa Susanti Kardi tengah pikir-pikir bersama penasehat hukumnya dengan batas waktu 7 hari dan menentukan proses hukum berikutnya bilamana menempuh banding.

“Divonis 2 tahun 6 bulan. (terdakwa) masih pikir-pikir,” singkat Handri selaku penuntut umum.

Kemudian, Penasehat Hukum terdakwa pun menyampaikan dipelataran PN Jaktim untuk dan mendiskusikan proses berikutnya bersama Tim Penasehat Hukum lainnya.

“Diputus 2 tahun 6 bulan. Nanti aja pikir dulu diberi waktu 7 hari,” Tris, SH. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *